Mpu Sindok, Raja Bijaksana yang Memindahkan Mataram Kuno ke Jawa Timur
Selasa, 09 Juli 2024 - 06:02 WIB
Semasa Dyah Wawa menjabat raja sebagaimana dikutip dari buku “13 Raja Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Kerajaan di Tanah Jawa” tulisan Sri Wintala Achmad, Mpu Sindok diberi jabatan Rakryan Mahapatih Hino.
Pernikahan Mpu Sindok dengan istrinya inilah yang membuatnya memiliki seorang putri bernama Sri Isanatunggawijaya, yang kemudian dinikahkan dengan pangeran Bali bernama Sri Lokapala.
Mpu Sindok naik tahta menjadi raja bergelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramatunggadewa pada 928 - 947 M. Saat memerintah ia didampingi seorang Rakai Mahapatih Hino yang bernama Mpu Sashara.
Saat memerintah Raja Mataram inilah Mpu Sindok terkenal sebagai raja yang adil dan bijaksana. Ia selalu berusaha untuk memakmurkan kehidupan seluruh rakyatnya.
Mpu Sindok menjadi penganut agama Hindu yang taat, tapi ia sangat menjaga toleransi terhadap umat agama lain.
Pernikahan Mpu Sindok dengan istrinya inilah yang membuatnya memiliki seorang putri bernama Sri Isanatunggawijaya, yang kemudian dinikahkan dengan pangeran Bali bernama Sri Lokapala.
Mpu Sindok naik tahta menjadi raja bergelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramatunggadewa pada 928 - 947 M. Saat memerintah ia didampingi seorang Rakai Mahapatih Hino yang bernama Mpu Sashara.
Saat memerintah Raja Mataram inilah Mpu Sindok terkenal sebagai raja yang adil dan bijaksana. Ia selalu berusaha untuk memakmurkan kehidupan seluruh rakyatnya.
Mpu Sindok menjadi penganut agama Hindu yang taat, tapi ia sangat menjaga toleransi terhadap umat agama lain.
Lihat Juga :