Karier Militer Idjon Djanbi, Mantan Sopir Ratu Wihelmina Pendiri Kopassus TNI AD
Sabtu, 22 Juni 2024 - 06:25 WIB
Pada 22 Maret 1942, Idjon menjalani pelatihan komando di Achnacarry, Skotlandia. Kemampuannya sebagai pasukan elite membuahkan prestasi, salah satunya menjadi co-pilot Operasi Market Garden merebut jembatan strategis di utara Belanda hingga perbatasan Jerman.
Setelah Perang Dunia II, Idjon Djanbi pindah ke Indonesia dan terlibat dalam pembentukan pasukan komando yang terlatih untuk tugas-tugas khusus.
Baca Juga: Kisah Horor Prajurit Baret Merah Tersesat di Alam Gaib saat Gerebek Markas OPM
Keterlibatannya bermula ketika Kolonel Alex Kawilarang dan Letkol Slamet Riyadi memiliki impian untuk membentuk satuan pasukan khusus Indonesia. Namun, usaha mereka terkendala oleh kurangnya sumber daya manusia yang memadai.
Kolonel Alex Kawilarang melihat potensi besar dalam diri Idejon dan memintanya untuk membantu merintis pembentukan pasukan komando tersebut. Idejon menyetujui tawaran tersebut dan bergabung dengan TNI dengan pangkat mayor.
Ia kemudian melatih kader perwira dan bintara, menyusun satu kompi satuan yang kelak menjadi cikal bakal Kopassus. Idjon Djanbi menjadi komandan pertama satuan ini, yang awalnya bernama Kesatuan Komando Teritorial III (Kesko III) di bawah divisi Siliwangi.
Satuan ini mengalami beberapa perubahan nama seiring berjalannya waktu. Dari Kesko III di bawah divisi Siliwangi, satuan ini kemudian berada di bawah Mabes AD dengan nama KKAD (Kesatuan Komando AD).
Setelah Perang Dunia II, Idjon Djanbi pindah ke Indonesia dan terlibat dalam pembentukan pasukan komando yang terlatih untuk tugas-tugas khusus.
Baca Juga: Kisah Horor Prajurit Baret Merah Tersesat di Alam Gaib saat Gerebek Markas OPM
Keterlibatannya bermula ketika Kolonel Alex Kawilarang dan Letkol Slamet Riyadi memiliki impian untuk membentuk satuan pasukan khusus Indonesia. Namun, usaha mereka terkendala oleh kurangnya sumber daya manusia yang memadai.
Kolonel Alex Kawilarang melihat potensi besar dalam diri Idejon dan memintanya untuk membantu merintis pembentukan pasukan komando tersebut. Idejon menyetujui tawaran tersebut dan bergabung dengan TNI dengan pangkat mayor.
Ia kemudian melatih kader perwira dan bintara, menyusun satu kompi satuan yang kelak menjadi cikal bakal Kopassus. Idjon Djanbi menjadi komandan pertama satuan ini, yang awalnya bernama Kesatuan Komando Teritorial III (Kesko III) di bawah divisi Siliwangi.
Satuan ini mengalami beberapa perubahan nama seiring berjalannya waktu. Dari Kesko III di bawah divisi Siliwangi, satuan ini kemudian berada di bawah Mabes AD dengan nama KKAD (Kesatuan Komando AD).
Lihat Juga :