Tanam Ulang Sawit Tercepat di Langkat, PTPN IV PalmCo Pecahkan Rekor Nasional
Kamis, 20 Juni 2024 - 19:28 WIB
Lebih dari sekadar kecepatan, PTPN IV PalmCo juga menawarkan pola kemitraan yang terbukti berhasil di Riau. Pola ini, yang dikenal sebagai "single management", memberikan pendampingan menyeluruh kepada petani, mulai dari peremajaan hingga panen.
"Hasilnya, petani plasma binaan PTPN di Riau mampu mencapai panen 18 ton TBS/Ha/Tahun, jauh di atas standar nasional," ungkap Jatmiko. "Hal ini memungkinkan mereka memperoleh pendapatan tinggi, berkisar 5 hingga 7 juta rupiah per bulan."
Melihat kesuksesan tersebut, PTPN IV PalmCo ingin memperluas jangkauan pola kemitraannya dengan menawarkan pola off taker aktif kepada petani non-plasma, seperti di Besitang Langkat.
"Dengan pola ini, PTPN IV PalmCo tidak hanya membeli hasil panen petani, tetapi juga memberikan pendampingan dalam kultur teknis dan pembinaan berkelanjutan," jelas Jatmiko.
Diharapkan dengan pola off taker aktif ini, PSR dapat diperluas dan diakselerasi dengan lebih cepat.
"Kami menargetkan membantu petani melaksanakan PSR seluas 60 ribu hektar hingga 2026," kata Dwi Sutoro, Direktur Pemasaran PTPN III (Persero). "Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam program prioritas Proyek Strategis Nasional PalmCo."
"Hasilnya, petani plasma binaan PTPN di Riau mampu mencapai panen 18 ton TBS/Ha/Tahun, jauh di atas standar nasional," ungkap Jatmiko. "Hal ini memungkinkan mereka memperoleh pendapatan tinggi, berkisar 5 hingga 7 juta rupiah per bulan."
Melihat kesuksesan tersebut, PTPN IV PalmCo ingin memperluas jangkauan pola kemitraannya dengan menawarkan pola off taker aktif kepada petani non-plasma, seperti di Besitang Langkat.
"Dengan pola ini, PTPN IV PalmCo tidak hanya membeli hasil panen petani, tetapi juga memberikan pendampingan dalam kultur teknis dan pembinaan berkelanjutan," jelas Jatmiko.
Diharapkan dengan pola off taker aktif ini, PSR dapat diperluas dan diakselerasi dengan lebih cepat.
"Kami menargetkan membantu petani melaksanakan PSR seluas 60 ribu hektar hingga 2026," kata Dwi Sutoro, Direktur Pemasaran PTPN III (Persero). "Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam program prioritas Proyek Strategis Nasional PalmCo."
Lihat Juga :