Kisah Perang Saudara Rebutan Tahta Mataram Munculkan Candi Ratu Boko
Jum'at, 31 Mei 2024 - 06:17 WIB
Secara garis kekeluargaan memang sosok Rakai Pikatan agak jauh, dibandingkan dengan Rakai Walaing. Hal ini yang memunculkan keinginan dari Rakai Walaing untuk melakukan pemberontakan semasa Rakai Pikatan bertahta.
Dikutip dari buku “Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno”, perang perebutan tahta pun terjadi antara Rakai Pikatan melawan Rakai Walaing. Menurut Prasasti Siwagěrha peperangan ini berlangsung sampai satu tahun, merupakan perang terpanjang di masa Kerajaan Mataram.
Saat itu, anak bungsu Rakai Pikatan, yaitu Rakai Kayuwangi Pu atau Dyah Lokapala, sebagai pemimpin pasukan yang gagah berani berhasil memukul mundur Rakai Walaing, yang mengungsi ke atas Bukit Ratu Baka dan membuat benteng pertahanan di sana.
Baca Juga: Rahasia Minyak Klentik Kelapa Ala Kitab Mustika Rasa Bung Karno
Karena strategisnya lokasi ini, Rakai Kayuwangi mengalami kesulitan untuk menggempurnya, sehingga Rakai Walaing sempat mendirikan berbagai bangunan untuk lingga bagi Siwa dalam berbagai aspeknya, sebagai upaya magis untuk memperoleh kemenangan.
Dikutip dari buku “Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno”, perang perebutan tahta pun terjadi antara Rakai Pikatan melawan Rakai Walaing. Menurut Prasasti Siwagěrha peperangan ini berlangsung sampai satu tahun, merupakan perang terpanjang di masa Kerajaan Mataram.
Saat itu, anak bungsu Rakai Pikatan, yaitu Rakai Kayuwangi Pu atau Dyah Lokapala, sebagai pemimpin pasukan yang gagah berani berhasil memukul mundur Rakai Walaing, yang mengungsi ke atas Bukit Ratu Baka dan membuat benteng pertahanan di sana.
Baca Juga: Rahasia Minyak Klentik Kelapa Ala Kitab Mustika Rasa Bung Karno
Karena strategisnya lokasi ini, Rakai Kayuwangi mengalami kesulitan untuk menggempurnya, sehingga Rakai Walaing sempat mendirikan berbagai bangunan untuk lingga bagi Siwa dalam berbagai aspeknya, sebagai upaya magis untuk memperoleh kemenangan.
Lihat Juga :