Teror Macan Kumbang Resahkan Warga
Rabu, 19 Agustus 2020 - 15:40 WIB
Warga setempat berharap, Bupati Musi Rawas dan otoritas yang berwenang, yakni Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Palembang segera mengevakuasi macan kumbang dari desanya. Foto/SINDOtv/Era Neizma Wedya
MUSI RAWAS - Warga Desa Tambahasri, Kecamata Tugumulyo, Kabupatan Musi Rawas , risau dengan masuknya macan kumbang liat ke kawasan perkebunan karet di wilayah mereka.
Bahkan warga meminta agar pemerintah dapat segera mengevakuasi hewan buas tersebut, sebelum ada korban jiwa, Rabu (19/8/2020).
Seorang warga Desa Tambah Asri, Agus, mengatakan, dia sangat risau saat akan ke kebun, karena sehari hari dia bekerja sebagai petani karet. Sehingga dia meminta agar pihak terkait cepat mengambil tindakan. (Baca juga: Kerap Memangsa Hewan Ternak, Macan Tutul di Ciamis Masuk Perangkap )
"Iya cemas karena sudah sering kami diteror masalah binatang buas terutama harimau, sudah berapa pekan ini,” kata dia. (Baca juga: Diterkam Harimau, Warga Muara Enim Melawan Balik dan Nyaris Tewas )
Menurut Agus, bila dibiarkan berkeliaran di perkebunan karet milik masyarakat maka ditakutkan nantinya gangguan dari satwa hitam tersebut bisa memakan korban nyawa manusia.
"Beberapa kali warga sini melihat harimau tersebut masih berkeliaran di wilayah pemukiman desa dan Kebun karet. Sehingga kami tidak bisa melakukan pekerjaan menyadap karet yang tentunya berdampak pada kehidupan ekonomi kami," kata dia.
Bahkan warga meminta agar pemerintah dapat segera mengevakuasi hewan buas tersebut, sebelum ada korban jiwa, Rabu (19/8/2020).
Seorang warga Desa Tambah Asri, Agus, mengatakan, dia sangat risau saat akan ke kebun, karena sehari hari dia bekerja sebagai petani karet. Sehingga dia meminta agar pihak terkait cepat mengambil tindakan. (Baca juga: Kerap Memangsa Hewan Ternak, Macan Tutul di Ciamis Masuk Perangkap )
"Iya cemas karena sudah sering kami diteror masalah binatang buas terutama harimau, sudah berapa pekan ini,” kata dia. (Baca juga: Diterkam Harimau, Warga Muara Enim Melawan Balik dan Nyaris Tewas )
Menurut Agus, bila dibiarkan berkeliaran di perkebunan karet milik masyarakat maka ditakutkan nantinya gangguan dari satwa hitam tersebut bisa memakan korban nyawa manusia.
"Beberapa kali warga sini melihat harimau tersebut masih berkeliaran di wilayah pemukiman desa dan Kebun karet. Sehingga kami tidak bisa melakukan pekerjaan menyadap karet yang tentunya berdampak pada kehidupan ekonomi kami," kata dia.
Lihat Juga :