Tiang Monorel Rusak Estetika Kota, Pengamat Minta Segera Dibongkar
Selasa, 18 Agustus 2020 - 21:03 WIB
Nirwono menyarankan agar Pemprov mengajak pihak ketiga untuk membongkar tiang-tiang tersebut. Terpenting Pemprov DKI Jakarta memberikan kompensasi terhadap pihak ketiga tersebut. Misalnya, pemasangan iklan di lokasi strategis selama lima tahun tanpa biaya.
"Karena tidak bernilai, Pemprov DKI Jakarta harus bisa memberikan kompensasi terhadap perusahan yang mau membongkar tiang tersebut," pungkasnya. (Lihat Foto-Foto: Pembangunan Jalur LRT Jabodebek dan Long Span Kuningan-Dukuh Atas Capai 72 Persen)
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, juga melihat keberadaan tiang-tiang Monorel itu mengganggu estetika kota. Dia sepakat apabila memang harus dibongkar. Namun sebelum membongkar, Pemprov DKI Jakarta harus tahu terlebih dahulu permasalahannya. Jangan sampai Pemprov DKI Jakarta justru mengganti rugi.
"Setau saya itu bukan aset Pemprov. Kalau mau bongkar tentu harus izin pemilik aset. Jangan main bongkar malah ganti rugi nantinya," tegasnya.
"Karena tidak bernilai, Pemprov DKI Jakarta harus bisa memberikan kompensasi terhadap perusahan yang mau membongkar tiang tersebut," pungkasnya. (Lihat Foto-Foto: Pembangunan Jalur LRT Jabodebek dan Long Span Kuningan-Dukuh Atas Capai 72 Persen)
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, juga melihat keberadaan tiang-tiang Monorel itu mengganggu estetika kota. Dia sepakat apabila memang harus dibongkar. Namun sebelum membongkar, Pemprov DKI Jakarta harus tahu terlebih dahulu permasalahannya. Jangan sampai Pemprov DKI Jakarta justru mengganti rugi.
"Setau saya itu bukan aset Pemprov. Kalau mau bongkar tentu harus izin pemilik aset. Jangan main bongkar malah ganti rugi nantinya," tegasnya.
(thm)
Lihat Juga :