Tiang Monorel Rusak Estetika Kota, Pengamat Minta Segera Dibongkar

Selasa, 18 Agustus 2020 - 21:03 WIB
loading...
Tiang Monorel Rusak...
Sejumlah tiang pancang bekas proyek Monorel di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, terbengkalai. Foto: SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Sejumlah tiang pancang bekas proyek Monorel di kawasan Senayan dan Rasuna Said, Jakarta Selatan, terbengkalai. Pemprov DKI Jakarta diminta untuk membongkar tiang-tiang pancang tersebut untuk menjaga estetika kota.

Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga, mengatakan, tiang pancang Monorel itu merupakan pekerjaan rumah sejak kepemimpinan mantan Gubernur Fauzi Bowo. Lalu sempat akan ditindaklanjuti saat kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dengan Adhi Karya dengan memanfaatkannya sebagai jalur Light Rail Transit (LRT).

Namun, kata Nirwono, rencana tersebut batal karena ketidaksepakatan biaya pembongkaran tiang yang sangat mahal. Sementara hasil pembongkaran tiang tidak bernilai harganya. Sehingga Adhi karya memilih untuk membangun tiang baru seperti yang sudah dilakukan saat ini.

"Tiang tersebut cenderung mengganggu lanskap visual kota," kata Nirwono saat dihubungi, Selasa (18/8/2020). (Baca juga: Geng Motor di Jakarta Kembali Brutal, Bacok Dua Warga di Matraman hingga Tewas)

Nirwono menyarankan agar Pemprov mengajak pihak ketiga untuk membongkar tiang-tiang tersebut. Terpenting Pemprov DKI Jakarta memberikan kompensasi terhadap pihak ketiga tersebut. Misalnya, pemasangan iklan di lokasi strategis selama lima tahun tanpa biaya.

"Karena tidak bernilai, Pemprov DKI Jakarta harus bisa memberikan kompensasi terhadap perusahan yang mau membongkar tiang tersebut," pungkasnya. (Lihat Foto-Foto: Pembangunan Jalur LRT Jabodebek dan Long Span Kuningan-Dukuh Atas Capai 72 Persen)

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, juga melihat keberadaan tiang-tiang Monorel itu mengganggu estetika kota. Dia sepakat apabila memang harus dibongkar. Namun sebelum membongkar, Pemprov DKI Jakarta harus tahu terlebih dahulu permasalahannya. Jangan sampai Pemprov DKI Jakarta justru mengganti rugi.

"Setau saya itu bukan aset Pemprov. Kalau mau bongkar tentu harus izin pemilik aset. Jangan main bongkar malah ganti rugi nantinya," tegasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan...
SPMB Jakarta 2026, Pengajuan Akun dan Verifikasi KK Jenjang SMA dan SMK Telah Dibuka
KJP Juni 2026 Belum...
KJP Juni 2026 Belum Cair? Simak Prediksi Tanggal Pencairan dan Cara Mengurusnya
Warga Jakarta Bisa Nikmati...
Warga Jakarta Bisa Nikmati Pembebasan PBB-P2 100%, Ini Kriterianya
Rekomendasi
Duit Rp200 Juta hingga...
Duit Rp200 Juta hingga Mobil Disita KPK dalam OTT BPK
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Berita Terkini
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Salurkan Makanan Bergizi, Warga Duri Kepa Mengaku Sangat Terbantu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Bagikan Pangan Gratis untuk Warga Duri Kepa
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Bagikan Pangan Gratis...
Bagikan Pangan Gratis dan Gelar Senam Sehat, MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Angkat Program Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
Pangdam Mandala Trikora...
Pangdam Mandala Trikora Mayjen Frits Tepis TNI Berangkatkan Mama Sinta ke Jakarta
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved