Bocah 8 Tahun di Samarinda Diduga Disiksa Orang Tua, Ibu Kandung dan Ayah Tiri Diringkus Polisi
Selasa, 30 April 2024 - 15:16 WIB
Seorang bocah berusia 8 tahun berinisial BA di Kota Samarinda, Kaltim, diduga menjadi korban penyiksaan oleh orang tuanya. Foto/Ilustrasi/Dok.Sindonews
SAMARINDA - Seorang bocah berusia 8 tahun berinisial BA di Kota Samarinda , Kalimantan Timur (Kaltim), diduga menjadi korban penyiksaan oleh orang tuanya. Korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya dalam keadaan kelaparan dan penuh luka.
Ibu kandung korban, AK (23), dan ayah tirinya, JB (39), kini telah diamankan di Mapolresta Samarinda.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, menjelaskan bahwa saat ditemukan, korban terkunci sendirian di dalam rumah. Menurut keterangan saksi mata, kedua orangtuanya menginap di hotel dan meninggalkan korban setelah melakukan penyiksaan.
"Saksi mata bernama F, tetangga korban, melihat korban terkunci sendirian di dalam rumah saat dia hendak berangkat kerja. Dia kemudian bertanya melalui teralis besi. Korban menceritakan kisahnya dan mengaku sangat lapar," papar Kombes Pol Ary Fadli.
Baca Juga: Tingkatkan Ekonomi Warga, Wali Kota Samarinda Luncurkan BUMRT
Selain kelaparan, korban juga mengalami luka memar di seluruh tubuhnya. Mulutnya terlihat melepuh dan kakinya pincang. Saksi mata kemudian memanggil warga sekitar dan Babinsa setempat. Warga kemudian mendobrak pintu rumah korban dan mengeluarkannya. Beberapa warga mengabadikan kisah tersebut dalam bentuk video dan mengunggahnya ke media sosial.
Ibu kandung korban, AK (23), dan ayah tirinya, JB (39), kini telah diamankan di Mapolresta Samarinda.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, menjelaskan bahwa saat ditemukan, korban terkunci sendirian di dalam rumah. Menurut keterangan saksi mata, kedua orangtuanya menginap di hotel dan meninggalkan korban setelah melakukan penyiksaan.
"Saksi mata bernama F, tetangga korban, melihat korban terkunci sendirian di dalam rumah saat dia hendak berangkat kerja. Dia kemudian bertanya melalui teralis besi. Korban menceritakan kisahnya dan mengaku sangat lapar," papar Kombes Pol Ary Fadli.
Baca Juga: Tingkatkan Ekonomi Warga, Wali Kota Samarinda Luncurkan BUMRT
Selain kelaparan, korban juga mengalami luka memar di seluruh tubuhnya. Mulutnya terlihat melepuh dan kakinya pincang. Saksi mata kemudian memanggil warga sekitar dan Babinsa setempat. Warga kemudian mendobrak pintu rumah korban dan mengeluarkannya. Beberapa warga mengabadikan kisah tersebut dalam bentuk video dan mengunggahnya ke media sosial.
Lihat Juga :