Waduh! Usai Lebaran, Ratusan Pekerja Migran di Bojonegoro Minta Cerai

Selasa, 23 April 2024 - 09:00 WIB
Sementara selama periode Januari hingga April tahun ini, tercatat sebanyak 852 warga yang mengajukan perceraian. Dari jumlah tersebut, 642 kasus adalah cerai gugat yang diajukan oleh pihak istri, sedangkan 210 kasus lainnya adalah cerai talak yang diajukan oleh pihak suami.

Menurut dia, lonjakan kasus perceraian pasca-Lebaran bukanlah hal baru. Menurutnya, peningkatan ini disebabkan oleh pulangnya para pekerja urban atau pekerja pabrik yang biasanya merantau ke luar kota.

Mereka seringkali memanfaatkan kesempatan pulang kampung untuk mengajukan perceraian setelah sebelumnya terjadi masalah dalam keluarga. Penyebab utama tingginya disebabkan oleh masalah pendidikan yang berdampak pada pola pikir, ekonomi, dan kemiskinan.

Solikin Jamik menekankan perlunya perhatian serius terhadap masalah perceraian ini guna mencegah dampak negatifnya terhadap masyarakat. “Perlunya perhatian khusu perhatian pemerintah, karena kondisi ini kerap menjadi fenomena usai Lebaran,” tandasnya.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!