Kemenparekraf Gandeng Disparbud Jabar Antisipasi Lonjakan Wisatawan di Libur Lebaran 2024
Jum'at, 29 Maret 2024 - 17:28 WIB
Baca Juga: Kapan Jadwal Libur Lebaran 2024 untuk Anak Sekolah? Berikut Informasinya
Surat imbauan tersebut menekankan pentingnya keamanan, kenyamanan, ketertiban, dan penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) di setiap destinasi wisata.
Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Fadjar Hutomo, menjelaskan bahwa lonjakan pemudik tahun ini diprediksi lebih signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, salah satunya akibat semakin baiknya infrastruktur jalan tol di Pulau Jawa.
"Pergerakan mudik akan terkonsentrasi di Pulau Jawa, dan Jabar menjadi salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Koordinasi sangat diperlukan untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas, kerumunan, dan memastikan kelancaran di setiap destinasi wisata di berbagai provinsi," papar Fadjar.
Selain imbauan, langkah lain yang dilakukan adalah mengidentifikasi potensi keselamatan dan keamanan wisatawan, seperti memastikan penerapan CHSE, memetakan wilayah rawan gangguan keamanan dan ketertiban, mitigasi bencana alam dan non-alam, pelaksanaan SOP dan standar K3, serta memastikan kesiapan petugas dan pengelola dalam memberikan pelayanan.
Surat imbauan tersebut menekankan pentingnya keamanan, kenyamanan, ketertiban, dan penerapan protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability) di setiap destinasi wisata.
Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf, Fadjar Hutomo, menjelaskan bahwa lonjakan pemudik tahun ini diprediksi lebih signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, salah satunya akibat semakin baiknya infrastruktur jalan tol di Pulau Jawa.
"Pergerakan mudik akan terkonsentrasi di Pulau Jawa, dan Jabar menjadi salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Koordinasi sangat diperlukan untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas, kerumunan, dan memastikan kelancaran di setiap destinasi wisata di berbagai provinsi," papar Fadjar.
Selain imbauan, langkah lain yang dilakukan adalah mengidentifikasi potensi keselamatan dan keamanan wisatawan, seperti memastikan penerapan CHSE, memetakan wilayah rawan gangguan keamanan dan ketertiban, mitigasi bencana alam dan non-alam, pelaksanaan SOP dan standar K3, serta memastikan kesiapan petugas dan pengelola dalam memberikan pelayanan.
Lihat Juga :