Kisah Pasukan Raden Wijaya Kalahkan Mongol yang Sulit Ditaklukkan
Selasa, 19 Maret 2024 - 07:55 WIB
Baca Juga: Kekalahan Raden Wijaya Runtuhkan Kekuasaan Raja Kertanegara
Pasukan Rakryan Mantri Adikara itu berhasil menghancurkan kapal-kapal Mongol. Hal ini membuat Pasukan Mongol dipukul mundur secara kacau, apalagi ancaman angin muson yang dapat membawa mereka pulang akan segera berakhir. Mereka terancam terjebak di Pulau Jawa untuk enam bulan berikutnya.
Setelah semua pasukan naik ke kapal di pesisir, mereka bertarung di laut dengan armada Jawa. Armada pasukan Jawa pun berhasil menghalau mereka untuk berlayar ke Quanzhou selama 68 hari. Akibat dari serangan itu, pasukan Mongol kehilangan 3.000 prajurit terbaiknya, dengan total 12.000-18.000 terbunuh.
Tak hanya itu, ada banyak prajurit yang ditawan tapi tidak diketahui jumlahnya. Sementara banyak kapal Mongol yang juga berhasil dihancurkan oleh Rakryan Mantri Arya Adikara. Beruntung kekesalan Pasukan Mongol sedikit terobati usai mereka menghukum mati Jayakatwang dan anaknya.
Hal ini sebagai ungkapan rasa kesal dan kekecewaan atas perbuatan penikaman dari belakang oleh Raden Wijaya. Jayakatwang sendiri sebelum dihukum mati di pelabuhan Ujung Galuh, sempat menggubah sebuah karya sastra berjudul Kidung Wukir Polaman.
Pasukan Rakryan Mantri Adikara itu berhasil menghancurkan kapal-kapal Mongol. Hal ini membuat Pasukan Mongol dipukul mundur secara kacau, apalagi ancaman angin muson yang dapat membawa mereka pulang akan segera berakhir. Mereka terancam terjebak di Pulau Jawa untuk enam bulan berikutnya.
Setelah semua pasukan naik ke kapal di pesisir, mereka bertarung di laut dengan armada Jawa. Armada pasukan Jawa pun berhasil menghalau mereka untuk berlayar ke Quanzhou selama 68 hari. Akibat dari serangan itu, pasukan Mongol kehilangan 3.000 prajurit terbaiknya, dengan total 12.000-18.000 terbunuh.
Tak hanya itu, ada banyak prajurit yang ditawan tapi tidak diketahui jumlahnya. Sementara banyak kapal Mongol yang juga berhasil dihancurkan oleh Rakryan Mantri Arya Adikara. Beruntung kekesalan Pasukan Mongol sedikit terobati usai mereka menghukum mati Jayakatwang dan anaknya.
Hal ini sebagai ungkapan rasa kesal dan kekecewaan atas perbuatan penikaman dari belakang oleh Raden Wijaya. Jayakatwang sendiri sebelum dihukum mati di pelabuhan Ujung Galuh, sempat menggubah sebuah karya sastra berjudul Kidung Wukir Polaman.
Lihat Juga :