Cuaca Ekstrem di Sumba Timur, Gedung Sekolah dan Mess Guru Rusak Berat
Rabu, 13 Maret 2024 - 22:16 WIB
Kabid Kadaruratan dan Logistik BPBD Sumba Timur, Umbu Rama Awang mengatakan, cuaca ekstrem merupakan dampak dari fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Equatorial Rossby.
Selain itu, cuaca ekstrem ditandai hangatnya suhu permukaan laut dan kelembapan yang cukup basah di tiap lapisan atmosfer. Kondisi ini ditandai hujan dengan intensitas tinggi yang berdampak pada terjadinya banjir.
“Di wilayah selatan Sumba Timur, jalan utama yang menghubungkan Desa Hambawutang dengan Kecamatan Ngadu Ngala tergerus banjir. Ruas jalan provinsi di pinggiran sungai nyaris putus diterjang arus banjir bandang,” katanya.
Baca juga; Kapal Terbalik di Pulau Selayar Berangkat dari Jakarta, Petugas Cari 22 Kru Hilang
Sampai saat ini BPBD Sumba Timur masih terus melakukan pendataan terkait dampak cuaca ekstrem. BPBD Sumba Timur juga telah mengeluarkan peringatan kewaspadaan pada 22 kecamatan terkait cuaca ekstrem.
Selain itu, cuaca ekstrem ditandai hangatnya suhu permukaan laut dan kelembapan yang cukup basah di tiap lapisan atmosfer. Kondisi ini ditandai hujan dengan intensitas tinggi yang berdampak pada terjadinya banjir.
“Di wilayah selatan Sumba Timur, jalan utama yang menghubungkan Desa Hambawutang dengan Kecamatan Ngadu Ngala tergerus banjir. Ruas jalan provinsi di pinggiran sungai nyaris putus diterjang arus banjir bandang,” katanya.
Baca juga; Kapal Terbalik di Pulau Selayar Berangkat dari Jakarta, Petugas Cari 22 Kru Hilang
Sampai saat ini BPBD Sumba Timur masih terus melakukan pendataan terkait dampak cuaca ekstrem. BPBD Sumba Timur juga telah mengeluarkan peringatan kewaspadaan pada 22 kecamatan terkait cuaca ekstrem.
(wib)
Lihat Juga :