BBM Subsidi Menghilang, Pelaku Usaha di Kerinci Menjerit

Jum'at, 14 Agustus 2020 - 13:39 WIB
Pelaku usaha industri kecil seperti penggilingan padi dan penggilingan kopi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh menjerit. Pasalnya, mereka susah mendapatkan BBM solar subsidi di SPBU, karena pasokan sering habis. SINDOnews/Riko
KERINCI - Pelaku usaha industri kecil seperti penggilingan padi dan penggilingan kopi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh menjerit. Pasalnya, mereka susah mendapatkan BBM solar subsidi di SPBU, karena pasokan sering habis.

Pantauan media sindonews di SPBU Pelayang Raya Kota Sungaipenuh, Jumat (14/8/2020), ratusan pemilik penggilingan padi (rice miling) dan penggilingan kopi mendatangi SPBU meminta isian BBM Solar, karena sudah 3 hari tidak bisa membeli Solar.



"Sudah tiga hari kami antre di sini, mau isi solar untuk mesin penggilingan padi. Sekarang malah solar dibatasi," kata Suparman pemilik rice miling dari Desa Tamiai Batang Merangin, Kerinci ketika ditemui di SPBU.

Ia mengeluh, solar adalah BBM untuk usaha kecilnya. Dan sekarang penggilingan padi sudah tiga hari tidak beroperasi, lantaran solar langka.

"Kita minta pemerintah dan pihak pertamina tanggap. Supaya pasokan solar untuk kebutuhan pengusaha kecil dipenuhi. Jika seperti ini terus, kerinci-sungaipenuh tidak bisa tercapai surplus beras, karena mesin kita butuh solar, dan pasokan beras daerah tetangga tidak terpenuhi," ujar Suparman.

Terpisah, Ediyanto sopir truk juga mengatakan hal yang sama. Untuk mendapatkan solar, mobilnya harus antre semalam di SPBU.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!