Puting Beliung hingga Gempa Terjang 12 Daerah di Jabar Sepanjang 2024

Jum'at, 23 Februari 2024 - 20:21 WIB
Sebanyak 1.631 unit rumah, 7 unit fasilitas pendidikan, 7 unit fasilitas peribadatan dengan ketinggian maksimal saat itu 80 centimeter. Banjir juga melanda 715 hektare lahan pertanian terdampak.

8. Longsor Sukabumi



Bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (24/1/2024). Longsor mengakibatkan 12 rumah rusak berat serta posyandu dan mushala terdampak.

BPBB Jabar melaporkan, tanah longsor terjadi di Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, sekitar pukul 10.00 WIB. Tak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa itu.

9. Banjir Cianjur



Sungai Cibodas meluap dan menyebabkan banjir di Kabupaten Cianjur. Bencana banjir ini melanda tiga kecamatan hingga membuat ratusan rumah terendam air. Sebanyak delapan keluarga yang terisolir telah dievakuasi.

10. Longsor Rajamandala-Cipongkor Kabupaten Bandung Barat



Longsor terjadi di empat titik tebing hingga menimbun badan Jalan Rajamandala-Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat (16/2/2024).

Jalan yang tertimbun itu merupakan ruas jalan PLTA Saguling yang menghubungkan Kecamatan Cipatat dengan Kecamatan Cipongkor. Titik longsor itu berada di Kampung Cipanas, RT 01 RW 01 Desa Rajamandalakulon, Kecamatan Cipatat.

11. Longsor Parongpong Kabupaten Bandung Barat



Longsor menutup ruas Jalan Kolonel Masturi, tepatnya di dekat objek wisata Curug Pelangi Cimahi dan Universitas Advent Indonesia, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Longsor dari tebing kurang lebih setinggi 15 meter di tepi jalan alternatif menuju kawasan wisata Lembang itu terjadi Selasa (6/2/2024) sekitar pukul 17.45 WIB.

12. Puting beliung Kabupaten Bandung dan Sumedang



Sebanyak 735 keluarga dan 116 bangunan terdampak puting beliung di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, Rabu (21/2/2024). Sedikitnya 32 warga terluka akibat kejadian ini.

Bencana ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Putaran angin kencang berukuran besar muncul di area persawahan. Pusarannya semakin besar dan merusak bangunan, rumah, pohon, hingga membalikkan truk.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!