Beras Langka dan Mahal, Satgas Pangan Polda Jabar Imbau Warga Tak Panic Buying

Kamis, 22 Februari 2024 - 09:52 WIB
Sementara itu, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), Nenny Fasyaini, menjelaskan bahwa kelangkaan dan kenaikan harga beras belakangan ini disebabkan oleh badai El Nino yang mengganggu musim tanam.

"Pergeseran musim tanam akibat badai El Nino berdampak pada produksi petani, yang menyebabkan penurunan hasil panen. Hal ini mengakibatkan kenaikan permintaan dan akhirnya harga beras naik," jelas Nenny Fasyaini.

Dia juga menyatakan bahwa ketersediaan beras sempat terganggu di ritel karena kenaikan HET beras dari para produsen. Hal ini membuat ritel kesulitan dalam penjualan karena harga beras yang lebih tinggi.

"Dengan adanya kenaikan batas HET menjadi Rp13.900, sementara harga di penggilingan mencapai Rp15.000, tentu ritel akan kesulitan dalam menjualnya. Masalah harga ini menjadi perdebatan antara ritel dan distributor," paparnya.

Dengan situasi ini, Satgas Pangan Polda Jabar mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing untuk melakukan pembelian besar-besaran. Langkah-langkah pengawasan terhadap ketersediaan beras terus dilakukan untuk memastikan pasokan beras tetap stabil dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!