Vaksin Merah Putih Ditarget Produksi Januari 2021 Setelah Uji Kinis
Rabu, 12 Agustus 2020 - 22:23 WIB
Petugas PT Bio Farma menunjukkan bagian dalam Gedung 43 Bio Farma, Jalan Eyckman, Kota Bandung, bakal tempat produksi vaksin Merah Putih. Foto/Humas Bio Farma
BANDUNG - PT Bio Farma menargetkan vaksin Merah Putih untuk mencegah Corona Virusdisease 2019 (COVID-19) diproduksi massal pada Januari 2021 mendatang.
Setelah diproduksi, vaksin tersebut akan didistribusikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ke seluruh daerah di Indonesia. (BACA JUGA: Bio Farma Klaim Halal Vaksin Sinovach Walau Belum Diuji MUI )
Vaksin Merah Putih untuk mencegah COVID-19 itu bakal diproduksi di Gedung 43 Bio Farma, Jalan Eyckman, Kota Bandung. Vaksin Merah Putih nanti dikemas ke dalam botol kecil dengan kapasitas 10 mililiter dan berisi 10-20 dosis. (BACA JUGA: Indonesia Beruntung Bisa Kerjasama Produksi Vaksin COVID dengan Sinovac )
Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, produksi vaksin Sinovach dari China tersebut bergantung kepada hasil uji klinis tahap tiga yang dilakukan di Kota Bandung terhadap 1.620 relawan. (BACA JUGA: Kepala Daerah Terlibat dalam Uji Vaksin COVID-19, Harapan Rakyat Bertambah )
"Uji klinis selesai Januari. Setelah Januari, kami akan produksi (vaksin COVID-19). Setelah ada hasil (uji klinis), terus diserahkan ke BPOM untuk di-review, dan mendapatkan izin edar. Kalau menurut BPOM oke, memenuhi syarat, baru kami bisa produksi," kata Bambang dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (12/8/2020).
Bambang mengemukakan, distribusi vaksin Merah Putih sudah rampung, menjadi kewenangan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Setelah diproduksi, vaksin tersebut akan didistribusikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ke seluruh daerah di Indonesia. (BACA JUGA: Bio Farma Klaim Halal Vaksin Sinovach Walau Belum Diuji MUI )
Vaksin Merah Putih untuk mencegah COVID-19 itu bakal diproduksi di Gedung 43 Bio Farma, Jalan Eyckman, Kota Bandung. Vaksin Merah Putih nanti dikemas ke dalam botol kecil dengan kapasitas 10 mililiter dan berisi 10-20 dosis. (BACA JUGA: Indonesia Beruntung Bisa Kerjasama Produksi Vaksin COVID dengan Sinovac )
Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, produksi vaksin Sinovach dari China tersebut bergantung kepada hasil uji klinis tahap tiga yang dilakukan di Kota Bandung terhadap 1.620 relawan. (BACA JUGA: Kepala Daerah Terlibat dalam Uji Vaksin COVID-19, Harapan Rakyat Bertambah )
"Uji klinis selesai Januari. Setelah Januari, kami akan produksi (vaksin COVID-19). Setelah ada hasil (uji klinis), terus diserahkan ke BPOM untuk di-review, dan mendapatkan izin edar. Kalau menurut BPOM oke, memenuhi syarat, baru kami bisa produksi," kata Bambang dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Rabu (12/8/2020).
Bambang mengemukakan, distribusi vaksin Merah Putih sudah rampung, menjadi kewenangan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Lihat Juga :