Tokoh Jabar Djoni Toat Minta Warga Keturunan Tionghoa Tidak Golput
Selasa, 06 Februari 2024 - 21:47 WIB
"Karenanya kini di Karawang, wilayah Rengasdengklok, rumah tersebut dijadikan museum bernama Museum Pengasingan Soekarno. Tak jauh dari rumah itu pun dibangunkan Monumen Kebulatan Tekad untuk memperingati peristiwa bersejarah tersebut," ujar Djoni Toat.
Etnis Tionghoa, tutur Djoni Toat, tentu juga jadi bagian penting atas perjuangan memerdekakan Indonesia saat dibentuknya Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), ada 4 orang keturunan Tionghoa saat itu yang terlibat. Mereka antara lain, Liem Koen Hian, Oey Tiang Tjoei, Oey Tjong Hauw dan Tan Eng Hoa.
Baca juga: Djoni Toat Kunjungi Pasar Andir di Bandung, Iwan: Beliau Sering Bantu Pedagang
"Liem Koen Hian yang merupakan seorang jurnalis menginginkan etnis Tionghoa adalah bagian dari warga Indonesia. Lalu, Tan Eng Hoa merupakan penggagas diperbolehkannya berserikat yang menjadi cikal bakal UUD 1945, Pasal 28 tentang kebebasan berserikat," tutur dia.
Meski keinginan Oey Tiang Tjoei dan Oey Tjong Hauw sedikit berbeda tentang kewarganegaraan etnis Tionghoa, kata Djoni, namun dipastikan, mereka juga mengambil peran dalam kemerdekaan Indonesia.
Untuk menyambut Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024 mendatang, Djoni pun mengajak etnis Tionghoa menjadi bagian dari sejarah ini. Apalagi pada tahun ini dipastikan warga Negara Indonesia akan memiliki presiden baru.
Etnis Tionghoa, tutur Djoni Toat, tentu juga jadi bagian penting atas perjuangan memerdekakan Indonesia saat dibentuknya Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), ada 4 orang keturunan Tionghoa saat itu yang terlibat. Mereka antara lain, Liem Koen Hian, Oey Tiang Tjoei, Oey Tjong Hauw dan Tan Eng Hoa.
Baca juga: Djoni Toat Kunjungi Pasar Andir di Bandung, Iwan: Beliau Sering Bantu Pedagang
"Liem Koen Hian yang merupakan seorang jurnalis menginginkan etnis Tionghoa adalah bagian dari warga Indonesia. Lalu, Tan Eng Hoa merupakan penggagas diperbolehkannya berserikat yang menjadi cikal bakal UUD 1945, Pasal 28 tentang kebebasan berserikat," tutur dia.
Meski keinginan Oey Tiang Tjoei dan Oey Tjong Hauw sedikit berbeda tentang kewarganegaraan etnis Tionghoa, kata Djoni, namun dipastikan, mereka juga mengambil peran dalam kemerdekaan Indonesia.
Untuk menyambut Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024 mendatang, Djoni pun mengajak etnis Tionghoa menjadi bagian dari sejarah ini. Apalagi pada tahun ini dipastikan warga Negara Indonesia akan memiliki presiden baru.
Lihat Juga :