Gerebek Penampungan CPMI Ilegal di Kalibata City, BP2MI Selamatkan 8 Emak-emak
Minggu, 04 Februari 2024 - 18:26 WIB
Jenderal Bintang Dua itu menyampaikan penggerebekan tersebut dilakukan berdasarkan informasi dari keluarga salah satu CPMI yang melaporkan kepada BP3MI, Jawa Barat. Ketut menyebut, delapan pekerja migran tersebut rencananya diberangkatkan pada malam ini ke Arab Saudi, Timur Tengah sebagai pekerja rumah tangga.
"Kami mendapatkan informasi ini dari keluarga korban CPMI yang melaporkan ke BP3MI Jawa Barat kami langsung gerak cepat bersama tim ke lokasi," imbuhnya.
Baca juga: Kepala BP2MI Bilang Ganjar Pemimpin yang Terbukti Peduli Pekerja Migran
Setelah dilakukan penggerebekan, ditemukan sebanyak delapan orang mayoritas perempuan dengan rentang usia 40-50 tahun. Mereka berasal dari Jawa Barat dan Tangerang, Banten. "Mereka akan diberangkatkan ke Timur Tengah Arab Saudi, sebagai pekerja rumah tangga. Ibu ini ada enam dari Jawa Barat dan dua dari Tangerang, semuanya perempuan dan kita akan pulangkan ke kampung halaman masing-masing," ujarnya.
Ketut mengatakan, delapan orang tersebut sudah tampung selama tujuh hari di Apertemen Kalibarta City oleh perempuan berinisial D yang diduga sebagai calo atau penyalur CPMI ke Timur Tengah secara ilegal.
"Kami mendapatkan informasi ini dari keluarga korban CPMI yang melaporkan ke BP3MI Jawa Barat kami langsung gerak cepat bersama tim ke lokasi," imbuhnya.
Baca juga: Kepala BP2MI Bilang Ganjar Pemimpin yang Terbukti Peduli Pekerja Migran
Setelah dilakukan penggerebekan, ditemukan sebanyak delapan orang mayoritas perempuan dengan rentang usia 40-50 tahun. Mereka berasal dari Jawa Barat dan Tangerang, Banten. "Mereka akan diberangkatkan ke Timur Tengah Arab Saudi, sebagai pekerja rumah tangga. Ibu ini ada enam dari Jawa Barat dan dua dari Tangerang, semuanya perempuan dan kita akan pulangkan ke kampung halaman masing-masing," ujarnya.
Ketut mengatakan, delapan orang tersebut sudah tampung selama tujuh hari di Apertemen Kalibarta City oleh perempuan berinisial D yang diduga sebagai calo atau penyalur CPMI ke Timur Tengah secara ilegal.
Lihat Juga :