Prajurit Petarung Marinir Lahir di Ganasnya Ombak Laut Selatan

Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:10 WIB
Para prajurit petarung ini mengenyam sejumlah materi seperti Latihan Teknis (Latek) menembak kualifikasi, tahap Pendidikan Komando (Dikko) di hutan Selogiri selama hampir tiga bulan, Latek KSIT, Latek Opsfib dan Kursus Tamtama Remaja di Puslatpurmar 4 Purboyo Komando Latih Korps Marinir (Kolatmar) selama satu bulan.

(Baca juga: Janda Muda Jual 2 Teman Gadisnya untuk Beri Layanan Seks di Hotel )

Setelah semua rangkaian kegiatan pendidikan tersebut dilalui, maka tiba saat yang dinantikan yaitu pemakaian Baret Ungu kebanggaan Korps Marinir dalam sebuah upacara tradisi khusus Korps Marinir .



Dalam amanatnya, Suhartono mengatakan, upacara pembaretan merupakan implementasi pembinaan Korps Marinir dari aspek kultural, pembinaan tradisi yang menjunjung nilai-nilai luhur, pembinaan karakter, penanaman rasa kebanggaan dan kehormatan diri serta kecintaan kepada Korps Marinir .

Penyematan Baret Ungu juga merupakan identitas Prajurit Petarung Korps Marinir , yang telah ikut mengukir sejarah perjalanan bangsa mulai dari zaman revolusi kemerdekaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!