RPA Perindo Kedepankan Pendekatan Psikologis terhadap Mahasiswi Korban Kejahatan Seksual
Jum'at, 02 Februari 2024 - 20:23 WIB
"Anak perempuan yang diduga dilecehkan dan disetubuhi oleh beberapa orang dari perkembangan cerita kita tadi," kata Amriadi, Jumat (2/2/2024).
RPA Perindo melakukan mendampingi terhadap korban untuk memastikan kondisi psikologi korban tetap baik. Hal itu dilakukan agar korban dapat menghadapi masa depan setelah perkara selesai.
"Kita sepakati tadi sama Kasubdit dan Kanit, kita akan mengedepankan psikologis korban. Dari peristiwa yang dialami korban ini yang sudah remaja, mengalami kekerasan seksual, dan dia juga mengalami persetubuhan yang dilakukan lebih dari satu orang," ujarnya.
RPA Perindo telah meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk diberikan pendampingan psikologis. Pihaknya bersama kepolisian juga berkomitmen merampungkan kasus tersebut hingga ke meja hijau.
Pihaknya akan memberikan beberapa dokumen lanjutan dari hasil perkembangan perkara tersebut.
RPA Perindo melakukan mendampingi terhadap korban untuk memastikan kondisi psikologi korban tetap baik. Hal itu dilakukan agar korban dapat menghadapi masa depan setelah perkara selesai.
"Kita sepakati tadi sama Kasubdit dan Kanit, kita akan mengedepankan psikologis korban. Dari peristiwa yang dialami korban ini yang sudah remaja, mengalami kekerasan seksual, dan dia juga mengalami persetubuhan yang dilakukan lebih dari satu orang," ujarnya.
RPA Perindo telah meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk diberikan pendampingan psikologis. Pihaknya bersama kepolisian juga berkomitmen merampungkan kasus tersebut hingga ke meja hijau.
Pihaknya akan memberikan beberapa dokumen lanjutan dari hasil perkembangan perkara tersebut.
Lihat Juga :