Positif Covid-19 Bertambah, Pemkot Bogor Libatkan TNI/Polri Tindak Pelanggar PSBB

Selasa, 11 Agustus 2020 - 13:47 WIB
"Ada beberapa strategi yang diterapkan Kota Bogor dalam penanggulangan Covid-19, yaitu deteksi aktif (detektif) Covid-19 dengan melibatkan tim lacak dan tim pantau di wilayah. Bahkan save massive dilaksanakan dengan melakukan pencarian atau surveillance aktif (Active Case Finding) bagi kelompok beresiko," ujarnya.

Menurutnya ada beberapa sasaran atau target, yaitu lokasi tempat kerumunan, stasiun, terminal, perkantoran, faskes dan pasar. "Sasarannya kita tetapkan, semua yang kontak erat dengan kasus konfirmasi positif, kasus suspect dan probable, 100 persen semua harus di swab test. Demikian juga untuk nakes dan non nakes yang bekerja di faskes yang termasuk kelompok resiko tinggi dalam penularan Covid-19, kemudian ASN, pedagang pasar, tokoh agama dan kelompok masyarakat lain," ujarnya.

Pemkot Bogor melalui Dinkes kata dia, mencari secara aktif pada populasi yang rentan tertular Covid-19. Ketika kasus ditemukan segera diisolasi, tracing secara massif, swab test dan karantina mandiri bagi yang kontak erat. Kemudian langkah selanjutnya dilakukan desinfeksi dan edukasi kepada masyarakat.

"Hingga hari ini positive rate Kota Bogor masih ada di angka 3,8 persen dari standar 5 persen. Dalam beberapa hari terakhir dilaksanakan swab test kurang lebih sebanyak 300 hingga 400 swab massif. Berdasarkan kategori penularan Covid-19 di Kota Bogor, import case menduduki posisi pertama (33 persen). "Selanjutnya penularan dalam rumah tangga atau keluarga (23 persen) dan terakhir faskes (14 persen)," pungkasnya.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!