Kisah Kundungga, Raja Pertama Kerajaan Kutai Bernuansakan Hindu yang Kental Budaya India
Minggu, 07 Januari 2024 - 06:21 WIB
Baca Juga: 8 Peninggalan Kerajaan Kutai, dari Prasasti hingga Singgasana Sultan
Konon di kehidupan masyarakat Kerajaan Kutai yang bernuansakan Hindu, seseorang yang telah tercemar dan karenanya dikeluarkan dari kasta, dapat diterima kembali masuk ke dalam kastanya. Setelah melalui upacara penyucian diri yang disebut vratyastoma.
Melalui upacara yang cukup berat ini, segala macam kesalahan, dan dosa yang pernah dilakukan oleh seorang anggota kasta dapat dihapus. Hukuman yang pernah ditimpakan kepadanya, berupa pengucilan dari kastanya, dapat dihapuskan juga.
Dengan kata lain, seseorang yang pernah dikeluarkan dari kastanya karena melakukan kesalahan dan dosa yang cukup berat, dapat diterima kembali menjadi anggota kastanya dengan melalui upacara vratyastoma ini.
Upacara vratyastoma inilah yang rupanya dijadikan jalan oleh orang-orang Indonesia yang sudah terkena pengaruh India itu, untuk meresmikannya sebagai anggota masyarakat suatu kasta yang dikenal di dalam agama Hindu. Upacara penerimaan orang luar kasta ke dalam kasta itu, dilakukan dengan memerhatikan kedudukan asal orang yang bersangkutan.
Konon di kehidupan masyarakat Kerajaan Kutai yang bernuansakan Hindu, seseorang yang telah tercemar dan karenanya dikeluarkan dari kasta, dapat diterima kembali masuk ke dalam kastanya. Setelah melalui upacara penyucian diri yang disebut vratyastoma.
Melalui upacara yang cukup berat ini, segala macam kesalahan, dan dosa yang pernah dilakukan oleh seorang anggota kasta dapat dihapus. Hukuman yang pernah ditimpakan kepadanya, berupa pengucilan dari kastanya, dapat dihapuskan juga.
Dengan kata lain, seseorang yang pernah dikeluarkan dari kastanya karena melakukan kesalahan dan dosa yang cukup berat, dapat diterima kembali menjadi anggota kastanya dengan melalui upacara vratyastoma ini.
Upacara vratyastoma inilah yang rupanya dijadikan jalan oleh orang-orang Indonesia yang sudah terkena pengaruh India itu, untuk meresmikannya sebagai anggota masyarakat suatu kasta yang dikenal di dalam agama Hindu. Upacara penerimaan orang luar kasta ke dalam kasta itu, dilakukan dengan memerhatikan kedudukan asal orang yang bersangkutan.
Lihat Juga :