Jejak Khalifah Rajab, Ulama Tasawuf Minang Abad ke-18 dari Solok Selatan

Senin, 25 Desember 2023 - 13:00 WIB
Ketika itu, beras tidak ada yang akan dimasak sehingga, istrinya gundah untuk bisa melayani makan rombongan tamu.Memang bagi seorang muslim, katanya, memuliakan tamu salah satu kewajiban.

“Tapi saat genting itu. Kakek saya tenang dan bilang ke istrinya untuk memasak air saja dalam periuk tanpa beras,” tuturnya sembari Khalifah Rajab pergi ke sungai untuk mencari ikan untuk dimasak sebagai lauk pauknya.

Dalam periuk yang direbus tidak ada beras. Dan setelah kepulangan Khalifah Rajab dari mencari ikan. Lalu, disuruh istrinya untuk melihat periuk yang diisi air tadi. “Seketika saja berisi nasi nan sudah masak. Istrinya tercengang,”ujarnya.

Sehingga akhirnya mereka bisa melayani makan rombongan tamu tadi. Selain itu, karomah yang dimiliki oleh Khalifah Rajab juga pernah dibuktikan saat ada seseorang yang ingin menguji keilmuannya dengan niat jahat.

”Orang yang berniat jahat itu, pura-pura salat di Surau dengan tujuan ingin mencelakai Khalifah Rajab. Tapi, seketika orang tersebut mencret dan kotorannya berceceran di dalam Surau. Dan niat jahat tersebut urung terlaksana,” sambungnya

Sampai saat ini, pihaknya masih merasakan banyak ridho dan karamah yang datang silih berganti. Terutama dalam siar agama Islam di Ponpes Andalusia.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!