Mahfud MD Sebut Pesantren Jadi Poros Penting Demokrasi
Sabtu, 16 Desember 2023 - 21:55 WIB
Cawapres Nomor Urut 3 Mahfud MD Menghadiri Halaqoh Kebangsaan Ponpes Manbaul Fallah, Cipatik, Cihampelas, (KBB) pada Sabtu (16/12/2023). Foto/MPI/Ferry Bangkit Rizki
BANDUNG BARAT - Calon Wakil Presiden (Cawapres) Mahfud MD menilai pesantren menjadi poros penting dalam demokrasi karena mereka memiliki prinsip dalam menentukan sesuatu. Sehingga, pesantren tidak akan mudah diiming-imingi sesuatu hal untuk mengarah pada kepentingan politik.
Hal itu disampaikan Mahfud MD kala menjadi pembicara dalam acara 'Halaqoh Kebangsaan' bersama para kiai dan ajengan se-Bandung Raya di Pondok Pesantren Manbaul Fallah, Cipatik, Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Sabtu (16/12/2023).
Baca juga: Kunjungi Ponpes Sirnamiskin Bandung, Mahfud Napak Tilas Gus Dur
"Orang-orang pesantren itu sudah cerdas. Tidak bisa didikte, tidak bisa dipaksa dengan sembako, dipaksa dengan money politics. Milih sesuai bisikan hati nurani dan penilaian rasional," beber Mahfud.
Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat tidak mudah terkecoh dengan janji politik yang menggiurkan. Dia mengatakan yang harus diperhatikan adalah rekam jejak perjalanan baik para calon kontestan politik.
"Ndak (nggak) perlu lihat janjinya, tapi lihat pernah jadi apa melakukan apa, pernah terlibat kasus apa," imbuh Mahfud.
Hal itu disampaikan Mahfud MD kala menjadi pembicara dalam acara 'Halaqoh Kebangsaan' bersama para kiai dan ajengan se-Bandung Raya di Pondok Pesantren Manbaul Fallah, Cipatik, Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Sabtu (16/12/2023).
Baca juga: Kunjungi Ponpes Sirnamiskin Bandung, Mahfud Napak Tilas Gus Dur
"Orang-orang pesantren itu sudah cerdas. Tidak bisa didikte, tidak bisa dipaksa dengan sembako, dipaksa dengan money politics. Milih sesuai bisikan hati nurani dan penilaian rasional," beber Mahfud.
Untuk itu, dirinya mengajak masyarakat tidak mudah terkecoh dengan janji politik yang menggiurkan. Dia mengatakan yang harus diperhatikan adalah rekam jejak perjalanan baik para calon kontestan politik.
"Ndak (nggak) perlu lihat janjinya, tapi lihat pernah jadi apa melakukan apa, pernah terlibat kasus apa," imbuh Mahfud.
Lihat Juga :