Hayandralab Gelar Webinar Penatalaksanaan Kanker Payudara

Minggu, 09 Agustus 2020 - 15:58 WIB
“Hanya dengan 3 mL darah, DNA dapat dianalisis dan potensi risiko terhadap 74 jenis kanker. Serta lebih dari 40 sindrom dan disorder pada tubuh dapat diketahui. Hasil analisis ini tentunya akan membantu masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan secara dini,” kata Imam.

Kanker payudara menempati posisi teratas sebagai kanker yang tersering terjadi pada wanita di seluruh dunia. Bahkan para pria pun masih memiliki risiko terkena kanker payudara, walapun dalam prosentase yang jauh lebih kecil.

Kepala Departemen Medik Ilmu Bedah FKUI-RSCM yang juga merupakan konsultan di Klinik Hayandra Dr dr Sonar S Panigoro, SpB(Onk), MEpid, MARS, menjelaskan, tentang pentingnya deteksi dini pada kanker payudara.

Sonar mengatakan, pada saat kanker terdeteksi secara klinis, jumlah sel kanker biasanya sudah melebihi 1 milyar sel. Dengan deteksi dini, diharapkan kanker payudara ditemukan pada stadium awal sehingga penderita dapat terhindar dari tindakan kemoterapi dan radiasi.

Kanker kolorektal merupakan jenis kanker lain yang menempati urutan ke 3 dalam hal insidens, namun merupakan penyebab kematian akibat kanker ke 2 tertinggi di dunia.

Kepala SMF Bedah Digestif dari RS Kanker Dharmais, dr Fajar Firsyada SpB KBD, menjelaskan, terapi kanker kolorektal yang sudah menyebar (metastasis) menjadi lebih kompleks serta harus menimbang banyak hal. Seperti usia, penyakit penyerta, pertimbangan operasi atau tidak operasi serta jenis obat adjuvant mana yang dapat diberikan.

"Pemeriksaan biomarker dapat membantu mengoptimalkan pemilihan terapi, mengurangi efek samping obat-obatan, meningkatkan kualitas hidup serta meningkatkan kepatuhan berobat," kata dia.

Doktor bidang Ilmu Biomedik sekaligus CEO Klinik Hayandra dan HayandraLab Dr dr Karina SpBP-RE mengungkapkan, peran Terapi T Cell dan NK Cell dalam Pengobatan Kanker Padat (Solid Cancer). Kanker merupakan penyakit yang memerlukan berbagai macam modalitas terapi. Multimodalitas terapi ini dipelajari saat berupaya mengobati ibundanya yang terkena kanker di tahun 2006.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!