Kisah Keturunan Batara Katong Ponorogo Pantang Makan Daging Sapi

Minggu, 10 Desember 2023 - 12:44 WIB
“Perang berlangsung hingga bertahun-tahun dan saling mengalahkan,” demikian dikutip dari buku Kisah Brang Wetan Berdasarkan Babad Alit dan Babade Nagara Patjitan (2021).

Kecamuk perang berpusat di sebelah utara Desa Nglawu, yakni saat ini Desa Jabung, Kecamatan Mlarak. Kedua pihak sama-sama tidak ada yang mau mengalah. Keduanya sama-sama adu kekuatan.

Baca Juga: Misteri dan Asal-usul Kesaktian Tongkat Komando Presiden Soekarno

Pasukan Ki Ageng Kutu terdiri dari golongan Ajar, yakni para pendeta dan pertapa. Dipimpin langsung Ki Ageng Kutu yang menunggang seekor banteng, mereka diminta mengangkat pedang dan tombak.

Serangan Ki Ageng Kutu selalu berlangsung malam hari dan itu membuat Batara Katong kewalahan. Ki Ageng Kutu menerapkan model perang gerilya. Pasukannya tiba-tiba muncul dari rimbunnya hutan Wengker.

Hingga pada satu titik serangan mengakibatkan pasukan Batara Katong tercerai berai. Batara Katong sendiri dalam kondisi terluka parah dan nyaris mati. Yang mengikutinya hanya Kiai Seloaji dan beberapa orang pembantu.

“Batara Katong bersembunyi di tepi hutan di sebuah desa kosong”. Di dusun kecil itu Batara Katong berada dalam situasi sulit. Bekal telah habis. Tidak ada satupun makanan yang bisa dimakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!