Belanda Monopoli Cukai Picu Perampokan, Pembunuhan, dan Letuskan Perang Diponegoro

Rabu, 06 Desember 2023 - 08:01 WIB
Satu-satunya cara bagi wong cilik untuk dapat membalas dendam pribadinya pada penjaga gerbang cukai adalah dengan meminta bantuan para bandit, dengan cara mengompori mereka untuk mencuri, menjarah, dan bila perlu membakar bandar itu.

Kasus kemalingan hingga kebakaran dengan sengaja sering terjadi di tahun-tahun sebelum Perang Jawa. Nilai barang-barang milik gerbang cukai jalan yang dicuri naik hingga sepuluh kali lipat antara tahun 1817-1824, dikutip dari Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro : 1785 - 1855".

Situasi menjadi kian mengenaskan menyusul pecahnya perang, ketika semua gerbang cukai di sekitar Yogya habis dibakar dan komunitas-komunitas Tionghoa mengalami penganiayaan besar mulai dari Banyumas hingga Madiun.

Sebelum Perang Jawa di bawah komando Pangeran Diponegoro meletus, pembalasan gaya rakyat semacam ini sering malah menuai bencana lain lagi. Pasalnya desa-desa tetangganya sering terkena getah harus membayar sejumlah ganti rugi menurut peraturan hukum pidana Jawa.

Baca Juga: Kebengisan Raja Mataram Amangkurat II Hukum Mati Raden Sukra karena Selingkuh

Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!