Sejarah Letusan Gunung Marapi hingga Meletus Besar di Minggu Pon

Minggu, 03 Desember 2023 - 19:08 WIB
Kondisi hujan abu vulkanik dari letusan Gunung Marapi, yang terjadi di wilayah Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (3/12/2023). Foto/Dok Pusdalops BPBD Kabupaten Agam
AGAM - Memiliki ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Marapi menjadi salah satu gunung api yang paling aktif di Pulau Sumatera. Berdasarkan catatan kejadian, Gunung Marapi pernah meletus pada 8 September 1830.

Baca juga: Gunung Marapi Meletus di Minggu Pon, Abu Vulkanik Menyebur Setinggi 3.000 Meter



Dari keterangan tertulis yang disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, disebutkan saat terjadi letusan pada 8 September 1830, Gunung Marapi mengeluarkan awan pekat berbentuk kembang kol abu-abu kehitaman, dengan ketinggian 1.500 meter di atas kawah, disertai dengan suara gemuruh.

Letusan hebat Gunung Marapi, kembali terjadi pada 30 April 1979. Dalam peristiwa ini, dilaporkan ada 60 orang tewas akibat letusan Gunung Marapi. Selain itu, juga dilaporkan ada sebanyak 19 orang pekerja penyelamat terperangkap tanah longsor.

Baca juga: Kisah Ki Ageng Ngaliman, Putra Sunan Giri Dihukum Mati usai Tantang Mataram

Gunung Marapi, kembali menunjukkan geliatnya pada akhir tahun 2011, hingga awal tahun 2014. Gunung Marapi menampakkan peningkatan aktivitas, melalui letusan yang menyemburkan abu dan awan hitam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!