Harga Raisa Rp100 Juta, Pakai Joystick dan Bisa Tahan 10 Jam
Selasa, 14 April 2020 - 17:31 WIB
Dosen Teknik Komputer ITS ini menambahkan, RAISA dikendalikan menggunakan remote control dari jarak jauh dengan joystick. Robot ini merupakan gabungan teknologi yang ada pada empat robot milik ITS sebelumnya, yakni robot sepakbola beroda (Iris), robot kapal tanpa awak (Barunastra), robot humanoid (Ichiro) dan robot untuk Kontes Robot Indonesia (KRI).
Robot setinggi 1,5 meter ini dilengkapi dengan empat rak secara bersusun yang bisa membawa banyak barang maksimal 50 kilogram. “Robot ini juga dilengkapi monitor untuk komunikasi dua arah antara tenaga medis dengan pasien menggunakan multimedia,” jelasnya.
Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Dr Emil Elestianto Dardak mengatakan, RAISA terbukti memiliki kecanggihan ketika pihaknya melakukan uji coba langsung kepada robot ini. “RAISA ini menarik, selain penampilan interface-nya yang cute, juga bisa menghubungkan pasien dengan perawat yang ada di luar melalui layar,” kata Emil.
Ia berharap agar robot RAISA ini dipercepat produksinya, apabila sudah dioperasikan dengan baik di RSUA, diharapkan bisa segera dioperasikan secara missal ke berbagai RS di Indoensia. “Karena kami (Pemprov Jatim, red) sudah menyiapkan dana dari APBD yang khusus untuk mengembangkan riset dan teknologi,” katanya.
Robot setinggi 1,5 meter ini dilengkapi dengan empat rak secara bersusun yang bisa membawa banyak barang maksimal 50 kilogram. “Robot ini juga dilengkapi monitor untuk komunikasi dua arah antara tenaga medis dengan pasien menggunakan multimedia,” jelasnya.
Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Dr Emil Elestianto Dardak mengatakan, RAISA terbukti memiliki kecanggihan ketika pihaknya melakukan uji coba langsung kepada robot ini. “RAISA ini menarik, selain penampilan interface-nya yang cute, juga bisa menghubungkan pasien dengan perawat yang ada di luar melalui layar,” kata Emil.
Ia berharap agar robot RAISA ini dipercepat produksinya, apabila sudah dioperasikan dengan baik di RSUA, diharapkan bisa segera dioperasikan secara missal ke berbagai RS di Indoensia. “Karena kami (Pemprov Jatim, red) sudah menyiapkan dana dari APBD yang khusus untuk mengembangkan riset dan teknologi,” katanya.
(mas)
Lihat Juga :