Kisah Pidato Bung Tomo Menggelegar Bakar Semangat Arek-arek Malang di Stadion Gajayana
Kamis, 16 November 2023 - 10:00 WIB
”Pada masa revolusi digunakan Bung Tomo kerap memompa semangat memberikan pidato di Stadion Gajayana ini. Beliau memompa semangat perjuangan para pejuang. Makanya kenapa Bung Tomo itu kan ada rumah di Malang, di Jalan Ijen. Jadi beliau sering jalan dari rumahnya ke Stadion Gajayana untuk memimpin pasukan perjuangan,” ucap Eko Irawan.
Bahkan konon stadion yang kini berada di Jalan Semeru Malang itu menjadi markas militer para pejuang di kota untuk mempertahankan kemerdekaan.
Baca Juga: Kisah Karisma Pangeran Diponegoro yang Melelehkan Hati Perempuan Cantik
Perjuangan arek-arek Malang pun akhirnya membuahkan hasil, sehingga Belanda dan sekutunya mengakui kedaulatan Indonesia.
”Di Stadion Gajayana ini pula para tentara Belanda dan sekutu yang dikomandoi oleh Komandan KNIL Jawa Timur Jenderal Mayor JA Scheffelaar di 6 April 1950, menyerahkan kekuasaannya ke Kolonel Sungkono selaku Gubernur Militer Jawa Timur,"”ungkap dia.
Usaha perlawanan dari arek - arek Malang ini pun akhirnya membuahkan hasil. Perjuangan tak kenal lelah dengan menjadikan Stadion Gajayana sebagai markas militer para pejuang mempertahankan kemerdekaan berbuah pengakuan kedaulatan Belanda dan tentara sekutu, yang lantas menyerahkan kekuasaannya ke Kolonel Sungkono selaku Gubernur Militer Jawa Timur.
Baca Juga: Kisah Kesaktian Pangeran Diponegoro Kebal Peluru hingga Mengutuk Pengkhianat
Bahkan konon stadion yang kini berada di Jalan Semeru Malang itu menjadi markas militer para pejuang di kota untuk mempertahankan kemerdekaan.
Baca Juga: Kisah Karisma Pangeran Diponegoro yang Melelehkan Hati Perempuan Cantik
Perjuangan arek-arek Malang pun akhirnya membuahkan hasil, sehingga Belanda dan sekutunya mengakui kedaulatan Indonesia.
”Di Stadion Gajayana ini pula para tentara Belanda dan sekutu yang dikomandoi oleh Komandan KNIL Jawa Timur Jenderal Mayor JA Scheffelaar di 6 April 1950, menyerahkan kekuasaannya ke Kolonel Sungkono selaku Gubernur Militer Jawa Timur,"”ungkap dia.
Usaha perlawanan dari arek - arek Malang ini pun akhirnya membuahkan hasil. Perjuangan tak kenal lelah dengan menjadikan Stadion Gajayana sebagai markas militer para pejuang mempertahankan kemerdekaan berbuah pengakuan kedaulatan Belanda dan tentara sekutu, yang lantas menyerahkan kekuasaannya ke Kolonel Sungkono selaku Gubernur Militer Jawa Timur.
Baca Juga: Kisah Kesaktian Pangeran Diponegoro Kebal Peluru hingga Mengutuk Pengkhianat
Lihat Juga :