Kisah Kedekatan Pangeran Diponegoro dengan Raden Ronggo Jadi Inspirasi Perlawanan ke Belanda
Kamis, 16 November 2023 - 05:56 WIB
Atau dari nama Muhammad Ali Pasha, penguasa Mesir (1805-49), gubernur atau wakil (pasha) terkemuka Kesultanan Turki Utsmani awal abad ke-19.13 Sentot menjadi seorang di antara panglima kavaleri Diponegoro yang paling hebat selama Perang Jawa.
Tetapi menyerah kepada Belanda pada 16 Oktober 1829 akibat keadaan militer yang semakin sulit. Sentot, putra Raden Ronggo III lain yang ikut serta mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro selama Perang Jawa adalah Raden Tumenggung Notodirjo.
Baca Juga: Misteri Pulau Emas Kerajaan Sriwijaya yang Keberadaannya Penuh Teka-teki
Kemudian usai 1826 bergelar Basah Iman Muhammad Ngabdulkamil atau "Gusti Basah" meninggal karena terluka dalam pertempuran pada awal Agustus 1828.14 Dukungan perjuangan selama Perang Jawa didasari kedekatan Pangeran Diponegoro dengan keluarga Raden Ronggo.
Selain itu, terdapat jalinan pernikahan antara Pangeran Diponegoro dan putri Raden Ronggo bernama Raden Ayu Maduretno, yang dinikahi sekitar September 1814) serta kerabat almarhum bupati wedana, Raden Ayu Retnoningsih (sekitar 1810-85).
Putri adik Ronggo, Raden Tumenggung Sumoprawiro (pasca-1812, Bu- pati Keniten, Madiun).Hal ini juga tidak lepas dari kekaguman sang pangeran terhadap mertuanya itu. Hal tersebut diabadikan oleh sang pangeran dalam babad karyanya.
Dalam Babad Dipanegara versi Manado, Pangeran Diponegoro menuliskan "saicale Raden Rongga/nenggih nagri Ngyayogya /wus tan ana banthengipun"(setelah lenyapnya Raden Ronggo /sebetulnya kerajaan Yogyakarta / sudah tak punya lagi seorang pelaga.
Tetapi menyerah kepada Belanda pada 16 Oktober 1829 akibat keadaan militer yang semakin sulit. Sentot, putra Raden Ronggo III lain yang ikut serta mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro selama Perang Jawa adalah Raden Tumenggung Notodirjo.
Baca Juga: Misteri Pulau Emas Kerajaan Sriwijaya yang Keberadaannya Penuh Teka-teki
Kemudian usai 1826 bergelar Basah Iman Muhammad Ngabdulkamil atau "Gusti Basah" meninggal karena terluka dalam pertempuran pada awal Agustus 1828.14 Dukungan perjuangan selama Perang Jawa didasari kedekatan Pangeran Diponegoro dengan keluarga Raden Ronggo.
Selain itu, terdapat jalinan pernikahan antara Pangeran Diponegoro dan putri Raden Ronggo bernama Raden Ayu Maduretno, yang dinikahi sekitar September 1814) serta kerabat almarhum bupati wedana, Raden Ayu Retnoningsih (sekitar 1810-85).
Putri adik Ronggo, Raden Tumenggung Sumoprawiro (pasca-1812, Bu- pati Keniten, Madiun).Hal ini juga tidak lepas dari kekaguman sang pangeran terhadap mertuanya itu. Hal tersebut diabadikan oleh sang pangeran dalam babad karyanya.
Dalam Babad Dipanegara versi Manado, Pangeran Diponegoro menuliskan "saicale Raden Rongga/nenggih nagri Ngyayogya /wus tan ana banthengipun"(setelah lenyapnya Raden Ronggo /sebetulnya kerajaan Yogyakarta / sudah tak punya lagi seorang pelaga.
Lihat Juga :