Ratusan Ribu Rumah Terhempas Gelombang Seismik yang Sangat Besar

Kamis, 06 Agustus 2020 - 09:07 WIB
Kawasan Pelabuhan Beirut kini lumpuh dan tak dapat digunakan untuk mengimpor makanan dari luar negeri. Padahal, lebih dari 6 juta warga setempat menggantungkan hidup pada bantuan asing. Begitu pun dengan ratusan ribu pengungsi asal Suriah. Gudang utama gandum di pelabuhan juga hancur lebur.

Sedikitnya 100 orang tewas dan 4.000 lainnya luka-luka. Ratusan korban juga dinyatakan hilang tertimbun reruntuhan bangunan. Peristiwa ini menjadi kejadian terburuk yang mengguncang Lebanon di tengah lilitan utang dan wabah virus corona Covid-19 yang menewaskan 65 orang.

Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan, 2.750 ton amonium nitrat disimpan selama enam tahun di Pelabuhan Beirut tanpa sistem keamanan memadai. “Hal ini tidak dapat ditoleransi. Kami perlu menggelar pertemuan dan mendeklarasikan darurat negara selama dua pekan,” kata Aoun, dikutip Reuters.

Perdana Menteri (PM) Lebanon Hassan Diab mengatakan orang yang bertanggung jawab di balik peristiwa ini akan mendapatkan hukuman berat. Pemerintah Lebanon juga memperingatkan agar tidak mendekati lokasi menyusul adanya laporan bocornya gas beracun. Petugas juga diimbau mengenakan masker.

Kepala Palang Merah Lebanon, George Kettani, menggambarkan peristiwa ini sebagai musibah paling mengerikan. Beberapa jam setelah ledakan, api berwarna oranye masih berkobar di bawah langit Beirut yang gelap gulita. Helikopter melayang di atas pelabuhan dan sirene mobil ambulans terdengar di mana-mana.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!