Dihantam COVID-19, Ekonomi Jatim Minus 5,90 Persen

Kamis, 06 Agustus 2020 - 08:14 WIB
Foto/SINDOnews/Ilustrasi
SURABAYA - Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (Jatim) selama triwulan II 2020 minus 5,90%. Sebagian besar lapangan usaha mengalami kontraksi. Semua komponen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Menurut Pengeluaran mengalami kontraksi.

Kontraksi terendah pada Ekspor Luar Negeri 0,27%. Disusul Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 1,06%, Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) 3,45%,Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 4,79%, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 7,55% dan Impor Luar Negeri 18,70%. (BACA JUGA: Semester I 2020, Realisasi Investasi Jawa Timur Tembus Rp51 Triliun )



Terkontraksinya semua komponen dipengaruhi oleh pandemi COVID-19 yang menyebabkan adanya kebijakan pemerintah dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sehingga membatasi ruang gerak masyarakat maupun perusahaan dalam beraktivitas. (BACA JUGA: Khofifah Dorong Pelaku Bisnis Mamin Garap Pasar Ekspor )

"Hal itu berdampak pada penurunan pendapatan masyarakat," kata Kepala Bidang Nerwilis Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Khaerul Agus dalam rilisnya, Kamis (6/8/2020). (BACA JUGA: Kasus Fetish Kain Jarik, FIB Unair Rekomendasi Sanksi ke Gilang )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!