Kedahsyatan Pasukan Elite Tombak Jitu Keraton Yogyakarta saat Geger Sepehi

Minggu, 05 November 2023 - 08:01 WIB
Baca Juga: Kisah Ki Ageng Cukil Wanakusuma, Rela Meninggalkan Keraton Yogyakarta demi Rakyat dan Syiar Islam

Pasukan Inggris yang berkekuatan 25 orang itu, sampai kehilangan lima tentara dan 13 luka berat, termasuk seorang perwira Inggrisnya. Aksi ini menunjukkan betapa efektifnya pasukan pemegang tombak dari Tanah Jawa itu, yang bergerak dengan penuh disiplin.

Mereka hanya mempersenjatai diri dengan tombak yang sangat panjang dan ujungnya runcing. Pasukan elite tombak ini berhasil merubuhkan pasukan berkuda Eropa sebelum sempat mengisi bedil karaben mereka. Namun, aksi Sindurejo tidak lagi terulang. Jika bisa diulang, serbuan Inggris ke Yogya mungkin akan lain ceritanya, dengan tingkat jumlah korban yang tinggi.

Dimana ada 20 persen dari seluruh pasukan penyerbu, yang menjadi korban seperti yang dialami Inggris di Meester Cornelis. Namun hal itu tidak terjadi, Inggris "hanya" kehilangan 23 serdadu tewas, termasuk seorang perwira, dan 74 lainnya luka- luka, dari total kekuatan serangan mereka yang kurang dari seribu personel.

Sehingga angka rata-rata korban di pihak Inggris hanya di bawah 10 persen, lumayan kecil dibandingkan dengan ratusan orang-angka kerugian yang gugur di pihak keraton. Pada hari penyergapan Sindurejo II, Gubernur Jenderal Inggris Raffles mengutus penerjemah Karesidenan Semarang, C.F. Krijgsmanuntuk mengultimatum Sultan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!