Tolak Putusan MK, BEM Nusantara Sumsel Singgung Politik Dinasti
Selasa, 24 Oktober 2023 - 14:32 WIB
Dalam aksi demonstrasi, BEM Nusantara menyuarakan lima tuntutan utama, termasuk penolakan terhadap dinasti politik, penolakan intervensi politik dalam putusan MK, dan tuntutan integritas MK. Mereka juga meminta agar Ketua MK Anwar Usman mundur dari jabatannya karena diduga melanggar kode etik.
Mahasiswa menegaskan bahwa mereka mendukung partisipasi generasi muda dalam politik. Namun mereka menilai upaya mendorong Gibran maju sebagai cawapres sebagai bagian dari upaya menjaga kepentingan keluarga Presiden Jokowi pascalengser tahun depan.
"Ketua MK Anwar Usman adalah pamannya Gibran Rakabuming. Kita bisa melihat MK berubah menjadi mahkamah keluarga. Kita sepakat anak muda menjadi pimpinan, tetapi ada aturan mainnya," ujarnya.
Aksi ini menciptakan kesan bahwa gugatan terhadap batasan usia calon presiden dan wakil presiden telah dipaksakan dan dikhawatirkan akan memengaruhi integritas MK. BEM Nusantara Sumsel dengan tegas mengungkapkan ketidak setujuan mereka terhadap putusan MK dan mendesak agar masalah ini diperhatikan dengan serius.
Mahasiswa menegaskan bahwa mereka mendukung partisipasi generasi muda dalam politik. Namun mereka menilai upaya mendorong Gibran maju sebagai cawapres sebagai bagian dari upaya menjaga kepentingan keluarga Presiden Jokowi pascalengser tahun depan.
"Ketua MK Anwar Usman adalah pamannya Gibran Rakabuming. Kita bisa melihat MK berubah menjadi mahkamah keluarga. Kita sepakat anak muda menjadi pimpinan, tetapi ada aturan mainnya," ujarnya.
Aksi ini menciptakan kesan bahwa gugatan terhadap batasan usia calon presiden dan wakil presiden telah dipaksakan dan dikhawatirkan akan memengaruhi integritas MK. BEM Nusantara Sumsel dengan tegas mengungkapkan ketidak setujuan mereka terhadap putusan MK dan mendesak agar masalah ini diperhatikan dengan serius.
(poe)
Lihat Juga :