Kisah Pangeran Diponegoro Dekat dengan Alam saat Semadi Dikelilingi Pepohonan

Selasa, 24 Oktober 2023 - 06:15 WIB
Baca Juga: Panglima Perang Legendaris Dunia, Pangeran Diponegoro Salah Satunya

Di mana pun entah itu di kuburan dan di tempat-tempat suci, pohon kemuning, dengan bunga-bunga putih harum semerbak, menaburi kanopi bunga-bunga putih di atas kepala Sang Pangeran ketika ia duduk bermeditasi. Di sana juga ada pohon beringin besar yang ditanam agar pulau dapat dinamai Pulo Waringin.

Pangeran juga rela bersusah payah menata kebun buah, kebun sayur, dan semak belukar di tanahnya di Selarong, dekat Gua Secang, Kabupaten Bantul di selatan Yogyakarta. la juga menggunakan tempat ini sebagai tempat semedi selama bulan puasa dan kemudian memperluas fasilitasnya secara besar besaran.

Sang pangeran sebagaimana kebanyakan orang Jawa memiliki kedekatan dengan alam. Pada otobiografinya saat semedi sang pangeran di gua-gua, ditemani gumuk-gumuk di gunung, dan arus-arus sungai yang mengalir deras. Menurut sebuah laporan Belanda, kebunnya di Selarong dikelilingi tembok setinggi manusia.

Ia juga menyebut dengan penuh perasaan berbagai jenis binatang yang menemaninya selama masa semedinya yang sunyi berupa kura- kura dan ikan di Selorejo, burung tekukur, buaya, dan harimau selama semadi rimbanya sepanjang Perang Jawa, dan burung - burung kakatua kesayangannya ketika diasingkan di Manado dan Makassar. Pada pandangan Jawa, kedekatan dengan alam dan dunia binatang semacam itu merupakan pantulan kepekaan dan keutuhan rohani seorang manusia.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!