Diterjang Banjir, Rumah Nenek di Wajo Roboh Saat Ditinggal Salat
Rabu, 05 Agustus 2020 - 01:13 WIB
Robohnya rumah panggung tersebut, diduga akibat tiang penyangganya sudah lapuk karena selama berminggu-minggu terendam air banjir setinggi 30 cem-3 meter. Hingga kini, banjir masih merendam puluhan desa dan kelurahan di enam kecamatan.
Menurut Lurah Teddopu, Irfgan Susandana, proses evakuasi korban dan harta bendanya sudah selesai dilakukan. "Korban dan harta bendanya dievakuasi ke rumah sanak keluarganya yang terdekat, dan kondisi rumahnya aman," tuturnya.
(Baca juga: 7 Desa dan Kelurahan di Kota Depasar Nol Kasus COVID-19 )
Selain ancaman kerusakan rumah warga akibat terjangan banjir yang sudah berlangsung sekitar tiga bulan tersebut, kondisi para pengungsi di tenda pengungsian juga cukup memprihatinkan.
Mereka tidak punya pilihan selain tinggal di tenda pengungsian dengan kondisi seadanya, karena tidak memungkinkan untuk menempati rumahnya yang kini terendam air banjir . Para pengungsi juga mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Menurut Lurah Teddopu, Irfgan Susandana, proses evakuasi korban dan harta bendanya sudah selesai dilakukan. "Korban dan harta bendanya dievakuasi ke rumah sanak keluarganya yang terdekat, dan kondisi rumahnya aman," tuturnya.
(Baca juga: 7 Desa dan Kelurahan di Kota Depasar Nol Kasus COVID-19 )
Selain ancaman kerusakan rumah warga akibat terjangan banjir yang sudah berlangsung sekitar tiga bulan tersebut, kondisi para pengungsi di tenda pengungsian juga cukup memprihatinkan.
Mereka tidak punya pilihan selain tinggal di tenda pengungsian dengan kondisi seadanya, karena tidak memungkinkan untuk menempati rumahnya yang kini terendam air banjir . Para pengungsi juga mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Lihat Juga :