Ups! Ada Dugaan Pungli di Rusunawa Lette dan Panambungan
Selasa, 04 Agustus 2020 - 07:32 WIB
Sejumlah penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Lette dan Panambungan menuding terjadi pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak pengelola rusun. Foto : SINDOnews/Doc
MAKASSAR - Sejumlah penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Lette dan Panambungan menuding terjadi pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak pengelola rusun. Baca : Kamar Sempit, Rusunawa di Polman Kurang Diminati Warga
"Pembayaran listrik itu melonjak dan seperti ada permainan dari pengelola. Masa ada kamar yang meterannya rusak tapi dia (pengelola) tahu tagihannya berapa,"ungkap salah satu penghuni bernama Vani, kemarin.
Menurut Vani, tagihan listrik yang naik drastis terkesan tidak wajar. Iatiap bulan harus membayar sekitar Rp600 ribu sampai Rp800 ribu untuk sewa kamar, listrik dan air. Padahal menurut dia, rusun ini diperuntukkan bagi masyarakat prasejahtera.
Senada diungkapkan Marsel Jeharut yang juga mengeluhkan ada pungutan yang dinilai tidak masuk akal. Kejanggalan pengelolaan rusunawa bahka sudah terjadi sejak 2016 lalu. Tagihan air salah satunya. Bahkan dalam sebulan tagihannya bisa mencapai Rp120 ribu.
"Pembayaran listrik itu melonjak dan seperti ada permainan dari pengelola. Masa ada kamar yang meterannya rusak tapi dia (pengelola) tahu tagihannya berapa,"ungkap salah satu penghuni bernama Vani, kemarin.
Menurut Vani, tagihan listrik yang naik drastis terkesan tidak wajar. Iatiap bulan harus membayar sekitar Rp600 ribu sampai Rp800 ribu untuk sewa kamar, listrik dan air. Padahal menurut dia, rusun ini diperuntukkan bagi masyarakat prasejahtera.
Senada diungkapkan Marsel Jeharut yang juga mengeluhkan ada pungutan yang dinilai tidak masuk akal. Kejanggalan pengelolaan rusunawa bahka sudah terjadi sejak 2016 lalu. Tagihan air salah satunya. Bahkan dalam sebulan tagihannya bisa mencapai Rp120 ribu.
Lihat Juga :