Perangi Stunting, Ini yang Dilakukan Pemprov Babel
Kamis, 05 Oktober 2023 - 18:08 WIB
"Nantinya, jika ditemukan anak bermasalah gizi di posyandu, selanjutnya akan dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan, dan tata kelola lebih lanjut berupa intervensi gizi, dan terapi lebih lanjut oleh dokter dan ahli gizi. Jika diperlukan, puskemas akan merujuk anak tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis anak," katanya.
Angka stunting yang terus menurun dari tahun ke tahun di Kepulauan Bangka Belitung tak luput dari gencarnya pendampingan pemerintah kepada masyarakat tentang pola asuh yang baik. Dinas Kesehatan Kepulauan Babel setidaknya melakukan berbagai pendampingan agar masyarakat mengerti beberapa hal berikut termasuk pola asuh yang baik dilakukan untuk menekan angka stunting:
- Memberikan pelatihan Konselor ASI bagi petugas kesehatan kabupaten/kota dan puskesmas yang selanjutnya akan memberikan bekal dan pendampingan bagi kader dan ibu hamil/ibu nifas di wilayah kerjanya untuk mempersiapkan dan memberikan ASI dengan baik.
- Memberikan pelatihan tentang pemberian makanan bayi dan anak bagi petugas gizi kabupaten/kota dan puskesmas, yang selanjutnya akan memberikan bekal, dan pendampingan bagi kader untuk menyampaikan ke masyarakat tentang penyiapan makanan yang sesuai dengan standar gizi bayi dan anak.
- Melakukan kampanye dan sosialisasi gizi seimbang bagi siswa SMA, sekaligus pentingnya tablet tambah darah.
Tidak hanya itu, penyuluhan, komunikasi informasi, dan edukasi melalui berbagai saluran dan media komunikasi juga berperan serta secara langsung ke masyarakat di antaranya sosialisasi melalui media sosial (Facebook, Instagram) milik Dinas Kesehatan Babel, dan pencetakan flayer yang dibagikan ke posyandu, flayer tentang pentingnya kehadiran di posyandu untuk pemantauan pertumbuhan, gizi seimbang, dan pencegahan stunting dan flyer tentang menu isi piringku, pentingnya tablet tambah darah.
Angka stunting yang terus menurun dari tahun ke tahun di Kepulauan Bangka Belitung tak luput dari gencarnya pendampingan pemerintah kepada masyarakat tentang pola asuh yang baik. Dinas Kesehatan Kepulauan Babel setidaknya melakukan berbagai pendampingan agar masyarakat mengerti beberapa hal berikut termasuk pola asuh yang baik dilakukan untuk menekan angka stunting:
- Memberikan pelatihan Konselor ASI bagi petugas kesehatan kabupaten/kota dan puskesmas yang selanjutnya akan memberikan bekal dan pendampingan bagi kader dan ibu hamil/ibu nifas di wilayah kerjanya untuk mempersiapkan dan memberikan ASI dengan baik.
- Memberikan pelatihan tentang pemberian makanan bayi dan anak bagi petugas gizi kabupaten/kota dan puskesmas, yang selanjutnya akan memberikan bekal, dan pendampingan bagi kader untuk menyampaikan ke masyarakat tentang penyiapan makanan yang sesuai dengan standar gizi bayi dan anak.
- Melakukan kampanye dan sosialisasi gizi seimbang bagi siswa SMA, sekaligus pentingnya tablet tambah darah.
Tidak hanya itu, penyuluhan, komunikasi informasi, dan edukasi melalui berbagai saluran dan media komunikasi juga berperan serta secara langsung ke masyarakat di antaranya sosialisasi melalui media sosial (Facebook, Instagram) milik Dinas Kesehatan Babel, dan pencetakan flayer yang dibagikan ke posyandu, flayer tentang pentingnya kehadiran di posyandu untuk pemantauan pertumbuhan, gizi seimbang, dan pencegahan stunting dan flyer tentang menu isi piringku, pentingnya tablet tambah darah.
Lihat Juga :