Cegah Anemia dan Stunting, Pemko Pematang Siantar Ajak Remaja Putri Minum Tablet Penambah Darah
Rabu, 04 Oktober 2023 - 14:20 WIB
Sebagai langkah pencegahan anemia pada remaja putri, Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar melaksanakan Program Aksi Bergizi Minum Tablet Tambah Darah (TTD) Cegah Anemia dan Skrining Anemia melalui pemeriksaan kadar Hb remaja putri. Pada semester I tahun 2023, tidak kurang dari 12.868 atau 70,34% remaja putri yang tersebar di SMP, SMA sederajat Kota Pematang Siantar telah menerima dan mengkonsumsi TTD 1 kali seminggu dan 7 hari selama siklus menstruasi. Sehingga ada 8 tablet yang diminum selama satu bulan.
"Remaja putri itu perlu sehat, karena dia calon ibu. Ibu yang tidak sehat berpeluang untuk melahirkan generasi yang tidak sehat. Kalau ibunya tidak sehat atau anemia, maka ketika dia nanti menjadi ibu hamil, kecenderungannya melahirkan bayi dengan BBLR. Kemudian ketika melahirkan kecenderungan terjadi perdarahan. Itulah yang nanti angka kematian ibunya jadi tinggi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar Irma Suryani.
Pemberian tablet zat besi kepada remaja putri sangat penting. Mereka menganjurkan agar para remaja mengkonsumsi TTD atau tablet zat besi. Selain itu, remaja putri juga harus memperhatikan asupan makan lengkap yang bergizi seimbang. Jangan sampai pola makan menjadi salah yang berakibat pada zat besi yang tidak terserap dengan maksimal.
"Jangan kita makan dengan minum teh manis. Mau tulang sop pun kita minum, zat besi yang ada di situ, di sayur itu nggak akan terserap oleh tubuh kita karena dihalangi oleh teh tadi. Kenapa kasus anemia masih ada? Ternyata pola makan kita di masyarakat tidak tepat. Makanya, kalau sedang makan jangan lagi campur dengan teh manis ataupun teh pahit. Dianjurkan untuk minum air putih sehingga zat besi yang ada di dalam sayur, ikan dan panganan lain itu terserap maksimal oleh tubuh," ujarnya.
Ketika anemia dapat teratasi, harapannya anak akan terlahir sehat dan tidak kekurangan gizi. Adanya zat besi diperlukan untuk menangkap oksigen dalam tubuh. Problematika stunting tidak mutlak pada keluarga ekonomi yang kurang mampu. Pasalnya, kekurangan gizi dapat dipengaruhi oleh tiga sebab yakni pola makan, pola asuh, dan sanitasi. Pola makan artinya anak tidak cukup makan nasi saja, tidak hanya butuh karbohidrat. Saat ini programnya adalah Isi Piringku, bukan lagi empat sehat lima sempurna. Isi piringku adah program porsi makan yang terdiri dari sebagian buah dan sayur juga sebagian yang lain yakni karbohidrat dan protein.
"Remaja putri itu perlu sehat, karena dia calon ibu. Ibu yang tidak sehat berpeluang untuk melahirkan generasi yang tidak sehat. Kalau ibunya tidak sehat atau anemia, maka ketika dia nanti menjadi ibu hamil, kecenderungannya melahirkan bayi dengan BBLR. Kemudian ketika melahirkan kecenderungan terjadi perdarahan. Itulah yang nanti angka kematian ibunya jadi tinggi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematang Siantar Irma Suryani.
Pemberian tablet zat besi kepada remaja putri sangat penting. Mereka menganjurkan agar para remaja mengkonsumsi TTD atau tablet zat besi. Selain itu, remaja putri juga harus memperhatikan asupan makan lengkap yang bergizi seimbang. Jangan sampai pola makan menjadi salah yang berakibat pada zat besi yang tidak terserap dengan maksimal.
"Jangan kita makan dengan minum teh manis. Mau tulang sop pun kita minum, zat besi yang ada di situ, di sayur itu nggak akan terserap oleh tubuh kita karena dihalangi oleh teh tadi. Kenapa kasus anemia masih ada? Ternyata pola makan kita di masyarakat tidak tepat. Makanya, kalau sedang makan jangan lagi campur dengan teh manis ataupun teh pahit. Dianjurkan untuk minum air putih sehingga zat besi yang ada di dalam sayur, ikan dan panganan lain itu terserap maksimal oleh tubuh," ujarnya.
Ketika anemia dapat teratasi, harapannya anak akan terlahir sehat dan tidak kekurangan gizi. Adanya zat besi diperlukan untuk menangkap oksigen dalam tubuh. Problematika stunting tidak mutlak pada keluarga ekonomi yang kurang mampu. Pasalnya, kekurangan gizi dapat dipengaruhi oleh tiga sebab yakni pola makan, pola asuh, dan sanitasi. Pola makan artinya anak tidak cukup makan nasi saja, tidak hanya butuh karbohidrat. Saat ini programnya adalah Isi Piringku, bukan lagi empat sehat lima sempurna. Isi piringku adah program porsi makan yang terdiri dari sebagian buah dan sayur juga sebagian yang lain yakni karbohidrat dan protein.
Lihat Juga :