Tim Selam Temukan Puing Pesawat PD II di Tanjung Demoy Papua

Kamis, 30 Juli 2020 - 16:11 WIB
"Dugaan kami jenisnya mirip dengan pesawat Catalina. Namun pesawat ini apakah rusak akibat perang atau memang rusak dan ditinggalkan itu yang kami tidak tahu. Namun yang jelas satu baling-baling (propoler) tidak ada. Informasi yang kami peroleh, warga menemukan baling-baling di Kampung sebelah Bukisi. Ini apakah jatuh dan pecah hingga propoler terpisah atau bagaimana kami belum tahu," ucapnya.

Dia menambahkan, pihaknya bersama tim akan kembali melakukan penyelaman ke sekitar Tanjung Demoy. Ini dilakukan untuk mencari puing lain, atau bahkan bisa mendapati puing-puing peninggalan Perang Dunia II.

"Rencananya Minggu besok ya kita kesana lagi. Kami sangat berharap bisa dapat puing lainnya, atau bahkan benda-benda peninggalan lain. Karena kita tahu di wilayah Depapre ini adalah Pangkalan Sekutu kala itu. Ada landasan pesawat di Gunung Tanah Merah, ada bunker minyak dan peninggalan puing-puing seperti pesawat ini. Jadi kami yakini masih ada puing pesawat lain disana," katanya.

Dia berharap dengan penemuan puing pesawat peninggalan Perang Dunia II tersebut pemerintah bisa intens menjadikan lokasi laut Tanjung Demoy sebagai wisata diving andalan Tanjung Tanah Merah. "Ini sangat bagus sekali, spot terumbu karang masih bagus, air jernih ditambah ada puing-puing pesawat peninggalan Perang Dunia II. Jadi mantap sekali untuk spot diving," tandasnya.

Diketahui tak hanya Kabupaten Jayapura, wilayah Kota Jayapura dan Biak kala pendudukan Sekutu saat Perang Dunia dan bahkan masa sebelum Trikora, adalah tempat administratif dan pangkalan militer. Maka tidak heran jika peninggalan-peninggalan militer, baik di masa Perang Dunia II yang melibatkan Jepang maupun masa operasi Trikora masih cukup banyak ditemui. Seperti Tank Panser di Pantai Dok 2 atau sepanjang Pelabuhan Jayapura dan di Pantai Hamadi, baling-baling helikopter di Harapan dan masih banyak lagi, termasuk Gua Jepang di Biak.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!