Dinsos Masih Sulit Tangani Anjal Gepeng yang Terus Bertambah

Kamis, 30 Juli 2020 - 09:00 WIB
Lalu kembali meningkat pada Juli. Ada 74 orang yang terjaring. Rinciannya, 48 anjal, 15 gepeng, dan 11 obat-obatan/lem. "Upaya kita sampai saat ini memaksimalkan TRC Saribattang yang turun melakukan penjaringan setiap bulan. Memang bulan ini berdasarkan hasil razia kita angkanya meningkat lagi," kata Kamil, kemarin.

Ia pun mengaku terus melakukan langkah untuk mengatasi keberadaan anjal dan gepeng meski diakui butuh cara lain. Jangan hanya sekadar razia. Baca Lagi : Dinas Sosial Makassar Pantau Anjal dan Gepeng Via CCVT

"Untuk saat ini Anjal yang terjaring kita titipkan di RPTC (Rumah Perlindungan Trauma Center) untuk dilakukan pembinaan diberi surat pernyataan orang tuanya. Yang terindikasi obat-obatan golongan G seperti lem, tramadol, dan lainnya direhabilitasi," paparnya.

Terpisah, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan, menjelang Idul Adha kondusifitas Kota Makassar mesti dijaga. Masyarakat mesti lebih sadar terhadap protokol kesehatan. "Petugas di lapangan sudah diminta untuk mengawasi pergerakan orang di Makassar. Termasuk anjal dan gepeng. Itu juga menjadi perhatian kita. Bukan cuma dirazia tetapi mesti diberi pembinaan," tutupnya. Baca Lagi : Dinilai Mengganggu, Dinsos Makassar Diminta Berdayakan Pak Ogah
(sri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!