Sejarah Rembang, Diambil dari Ritual Membabat Pengantin Pohon Tebu

Minggu, 26 Juli 2020 - 05:05 WIB
Upacara pengeprasan itu dinamakan “ngRembang sakawit”. Begitulah asal mula kata “ngRembang”. Hingga akhirnya dijadikan nama Kota Rembang hingga saat ini.

Menurut Mbah Guru , upacara ngRembang sakawit ini dilaksanakan pada hari Rabu Legi, saat dinyanyikan Kidung, Minggu Kasadha, Bulan Waisaka, Tahun Saka 1337 dengan Candra Sengkala : Sabda Tiga Wedha Isyara.

Kabupaten Rembang dikenal dengan julukan The Cola of Java, Little Tiongkok dan kota garam. Wilayah Rembang memiliki kontur tanah berdataran rendah dengan ketinggian wilayah maksimum kurang lebih 70 meter di atas permukaan air laut. (Baca juga: Curahan Hati Penyanyi Dangdut Rembang Terdampak Pandemi COVID-19 )

Sedangkan bagian selatan wilayah ini merupakan daerah perbukitan bagian dari Pegunungan Kapur Utara, dengan puncaknya Gunung Butak setinggi 679 meter.

Kini, Kabupaten Rembang mempunyai semboyan "Rembang BANGKIT" yang bermakna Bahagia, Aman, Nyaman, Gotong-royong, Kerja keras, Iman, dan Takwa.
(nth)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!