Serapan Anggaran COVID-19 Minim, 1.383 Warga Surabaya Gagal Diselamatkan
Sabtu, 25 Juli 2020 - 14:11 WIB
Proses pemakanan dengan prosedur COVID-19 di Makam Keputih Surabaya. (Foto : SINDONews/Ali Masduki)
SURABAYA - Minimnya serapan anggaran COVID-19 yang bersumber dari APBD Kota Surabaya berbanding lurus dengan tingginya jumlah kematian korban.
Serapan anggaran penanganan COVID-19 Surabaya yang bersumber dari APBD sebesar Rp 151,02 miliar baru terserap Rp 56,8 miliar atau baru 37,65 persen.
Sedangkan, kematian akibat COVID-19 di Surabaya tercatat sebanyak 1.383 jiwa hingga Kamis (23/7) berdasarkan data di infocovid19.jatimprov.go.id. Dengan rincian konfirmasi positif sebanyak 729 orang dan suspect atau PDP sebanyak 654 jiwa. BACA JUGA : Ngeri! Pemilik Kost Ini Tewas Penuh Luka Tusukan
Surabaya juga menjadi kota tertinggi kematian COVID-19 di Indonesia. Dengan persentase hampir menembus 10 persen. Yaitu, untuk konfirmasi positif 9,01 persen (729 korban) dan suspect 9,97 persen (654 korban).
Untuk pemakaman korban COVID-19, Pemkot Surabaya menyiapkan dua lokasi, yakni Tempat Pemakamam Umum (TPU) Keputih, Kecamatan Sukolilo dan TPU Babad Jerawat, Kecamatan Benowo.
Serapan anggaran penanganan COVID-19 Surabaya yang bersumber dari APBD sebesar Rp 151,02 miliar baru terserap Rp 56,8 miliar atau baru 37,65 persen.
Sedangkan, kematian akibat COVID-19 di Surabaya tercatat sebanyak 1.383 jiwa hingga Kamis (23/7) berdasarkan data di infocovid19.jatimprov.go.id. Dengan rincian konfirmasi positif sebanyak 729 orang dan suspect atau PDP sebanyak 654 jiwa. BACA JUGA : Ngeri! Pemilik Kost Ini Tewas Penuh Luka Tusukan
Surabaya juga menjadi kota tertinggi kematian COVID-19 di Indonesia. Dengan persentase hampir menembus 10 persen. Yaitu, untuk konfirmasi positif 9,01 persen (729 korban) dan suspect 9,97 persen (654 korban).
Untuk pemakaman korban COVID-19, Pemkot Surabaya menyiapkan dua lokasi, yakni Tempat Pemakamam Umum (TPU) Keputih, Kecamatan Sukolilo dan TPU Babad Jerawat, Kecamatan Benowo.
Lihat Juga :