MK Putuskan Sistem Proporsional Terbuka pada Pemilu 2024, Begini Komentar Kang Emil
Jum'at, 16 Juni 2023 - 08:13 WIB
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menilai sistem proporsional terbuka untuk Pemilu 2024 sudah selayaknya diterapkan dalam demokrasi di era saat ini. Foto SINDOnews
BANDUNG - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan tetap menerapkan sistem proporsional terbuka untuk Pemilu 2024.Menurut Gubernur Jawa Barat , Ridwan Kamil, sistem proporsional terbuka memang sudah selayaknya diterapkan dalam demokrasi di era saat ini.
"Karena di era hari ini memilih orang per orang adalah konsekuensi dari demokrasi yang kita pilih, mencoblos presiden kan ke orangnya, bukan ke partai. Gubernur, bupati dan wali kota juga begitu," ucap Kang Emil , sapaan akrabnya di Trans Hotel Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (15/6/2023).
Jika dengan sistem proporsional terbuka, kata Kang Emil, maka persaingan untuk para calon legislatif akan berjalan lebih adil. Baca juga: Pemilu 2024 Tetap Sistem Proporsional Terbuka, Jerry Sambuaga: Kemenangan Demokrasi dan Suara Rakyat
"Nah, anggota legislatif dari pusat sampai kabupaten akan lebih fair, kalau yang dicoblos orangnya, dan otomatis membawa benefit kepada partainya. Saya kira itu yang diharapkan, menjadi kedewasaan proses transisi demokrasi kita," jelasnya.
"Karena di era hari ini memilih orang per orang adalah konsekuensi dari demokrasi yang kita pilih, mencoblos presiden kan ke orangnya, bukan ke partai. Gubernur, bupati dan wali kota juga begitu," ucap Kang Emil , sapaan akrabnya di Trans Hotel Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (15/6/2023).
Jika dengan sistem proporsional terbuka, kata Kang Emil, maka persaingan untuk para calon legislatif akan berjalan lebih adil. Baca juga: Pemilu 2024 Tetap Sistem Proporsional Terbuka, Jerry Sambuaga: Kemenangan Demokrasi dan Suara Rakyat
"Nah, anggota legislatif dari pusat sampai kabupaten akan lebih fair, kalau yang dicoblos orangnya, dan otomatis membawa benefit kepada partainya. Saya kira itu yang diharapkan, menjadi kedewasaan proses transisi demokrasi kita," jelasnya.
Lihat Juga :