Pelanggaran PPDB Selalu Terulang, Pemerintah Diminta Tindak Tegas Oknum Sekolah
Rabu, 07 Juni 2023 - 19:13 WIB
Jika ketegasan dilakukan, lanjut dia, bisa memberi efek jera. Namun ketegasan itu juga mesti ada komitmen kuat semua pihak. Jangan di satu sisi pejabat tegas, tapi dibelakang masih melakukan praktek titip menitip siswa.
Menurut dia, praktik jual beli kursi diduga masih saja terjadi. Misalnya secara online kuota hanya 32, tetapi setelah masuk kelas ada 36 siswa. Artinya ada 4 siswa titipan yang tidak mendaftar secara online. Belum lagi jika banyak siswa titipan, sekolah sampai berani membuka satu kelas.
"Ini yang sering terjadi pada saat PPDB, ya tahun sekarang bisa jadi terjadi lagi sesuai dengan prediksi dari FAGI Jawa Barat, " imbuh dia.
Sebelumnya, Ketua FAGI Jabar Iwan Hermawan, setidaknya ada tiga fase indikasi kecurangan yang terus terjadi setiap tahunnya. Yaitu fase pra, saat pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan PPDB.
"Pada fase pra, indikasi kecurangan biasa berupa manipulasi KK, manipulasi nilai raport, sertifikat aspal PPDB, dan penyediaan kuota kursi kosong atau speling oleh sekolah, " jelas Iwan, Selasa (6/6/2023).
Menurut dia, praktik jual beli kursi diduga masih saja terjadi. Misalnya secara online kuota hanya 32, tetapi setelah masuk kelas ada 36 siswa. Artinya ada 4 siswa titipan yang tidak mendaftar secara online. Belum lagi jika banyak siswa titipan, sekolah sampai berani membuka satu kelas.
"Ini yang sering terjadi pada saat PPDB, ya tahun sekarang bisa jadi terjadi lagi sesuai dengan prediksi dari FAGI Jawa Barat, " imbuh dia.
Sebelumnya, Ketua FAGI Jabar Iwan Hermawan, setidaknya ada tiga fase indikasi kecurangan yang terus terjadi setiap tahunnya. Yaitu fase pra, saat pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan PPDB.
"Pada fase pra, indikasi kecurangan biasa berupa manipulasi KK, manipulasi nilai raport, sertifikat aspal PPDB, dan penyediaan kuota kursi kosong atau speling oleh sekolah, " jelas Iwan, Selasa (6/6/2023).
Lihat Juga :