Pengguna Sepeda Motor Diajak Tertib dengan Jargon Jateng Gayeng
Kamis, 23 Juli 2020 - 15:08 WIB
Dirlantas menyebut salah satu faktor penyebab kecelakaan adalah kecepatan tinggi, helm tidak standar SNI dan melawan arus. Selain itu menyalip dalam posisi yang tidak memungkinkan serta memotong jalan secara mendadak. Faktor-faktor itu, tambah dia, lebih banyak disebabkan kondisi psikologi pengendara yang emosional.
Sebagai gambaran di tahun 2019 terjadi 517 kecelakaan lalulintas di Jateng melibatkan sepeda motor, 78 kasus mobil barang, 69 kasus melibatkan kendaraan roda empat dan melibatkan bus 9 kasus. Data kecelakaan lalu lintas jalan ini sangat memprihatinkan. Keterlibatan sepeda motor jauh lebih besar dibandingkan keterlibataan jenis kendaraan lain seperti truk dan bus
Fakta tersebut menjadi alasan pemilihan prioritas penindakan menyusul jumlah keterlibatan sepeda motor yang tinggi dalam kejadian kecelakaan lalu lintas. Sebab, jika pengemudi sepeda motor tenang, jernih dan stabil emosinya, maka peluang terjadinya laka lantas bisa ditekan.
Selain populasinya besar, sepeda motor multiguna untuk berbagai jenis perjalanan mulai dari perjalanan ke tempat kerja, ke sekolah, berbelanja, rekreasi dan sosial serta jenis perjalanan lainnya.
Arman Achdiat memastikan partisipasi yang diharapkan tidak muluk-muluk, sederhana saja. "Persiapkan kendaraan dan hati dengan baik sebelum memacu motor. Jangan asal pancal langsung go. Sederhana, bukan?” ujarnya.
Sebagai gambaran di tahun 2019 terjadi 517 kecelakaan lalulintas di Jateng melibatkan sepeda motor, 78 kasus mobil barang, 69 kasus melibatkan kendaraan roda empat dan melibatkan bus 9 kasus. Data kecelakaan lalu lintas jalan ini sangat memprihatinkan. Keterlibatan sepeda motor jauh lebih besar dibandingkan keterlibataan jenis kendaraan lain seperti truk dan bus
Fakta tersebut menjadi alasan pemilihan prioritas penindakan menyusul jumlah keterlibatan sepeda motor yang tinggi dalam kejadian kecelakaan lalu lintas. Sebab, jika pengemudi sepeda motor tenang, jernih dan stabil emosinya, maka peluang terjadinya laka lantas bisa ditekan.
Selain populasinya besar, sepeda motor multiguna untuk berbagai jenis perjalanan mulai dari perjalanan ke tempat kerja, ke sekolah, berbelanja, rekreasi dan sosial serta jenis perjalanan lainnya.
Arman Achdiat memastikan partisipasi yang diharapkan tidak muluk-muluk, sederhana saja. "Persiapkan kendaraan dan hati dengan baik sebelum memacu motor. Jangan asal pancal langsung go. Sederhana, bukan?” ujarnya.
Lihat Juga :