Kisah Raja Mataram Sultan Amangkurat I Berseteru dengan Kerajaan Banten
Senin, 22 Mei 2023 - 08:33 WIB
Sementara kalangan berpendapat bahwa usaha menghitung ini dilakukan untuk mengetahui dengan tepat berapa besar kekuatan yang dapat dikumpulkan untuk menghadapi Mataram, apabila Mataram hendak memerangi Banten.
Sebaliknya, di Mataram Sultan Amangkurat I mencurigai orang-orang Banten, dan bertanya kepada seorang utusan Belanda yang berkunjung kepada apakah ada utusan Bali yang datang di Banten. Dengan demikian, ia merasa khawatir akan diserang dari kiri dan kanan, karena Bali merupakan musuh bebuyutannya.
Selain itu, sang Sultan itu ingin tahu betapa jauh letak Banten dari Batavia, mengingat saat itu dijelaskan dengan sebuah gambar yang dibuat dengan jari tangan oleh Tuan Kolektur di atas pasir. Sikap yang mengancam ini membuat Banten bersikap hati-hati.
Baca juga: Kebengisan Amangkurat II Eksekusi Mati Trunojoyo: Kepala Dipenggal, Diinjak, Ditumbuk
Maka, tibalah sebuah perutusan Banten di Mataram sekitar tahun 1648-1649. Hanya Sadjarah Banten yang memuat keterangan tentang hal ini. Untuk hubungannya dengan Banten, Sunan memakai kaki tangannya di Cirebon.
Sebaliknya, di Mataram Sultan Amangkurat I mencurigai orang-orang Banten, dan bertanya kepada seorang utusan Belanda yang berkunjung kepada apakah ada utusan Bali yang datang di Banten. Dengan demikian, ia merasa khawatir akan diserang dari kiri dan kanan, karena Bali merupakan musuh bebuyutannya.
Selain itu, sang Sultan itu ingin tahu betapa jauh letak Banten dari Batavia, mengingat saat itu dijelaskan dengan sebuah gambar yang dibuat dengan jari tangan oleh Tuan Kolektur di atas pasir. Sikap yang mengancam ini membuat Banten bersikap hati-hati.
Baca juga: Kebengisan Amangkurat II Eksekusi Mati Trunojoyo: Kepala Dipenggal, Diinjak, Ditumbuk
Maka, tibalah sebuah perutusan Banten di Mataram sekitar tahun 1648-1649. Hanya Sadjarah Banten yang memuat keterangan tentang hal ini. Untuk hubungannya dengan Banten, Sunan memakai kaki tangannya di Cirebon.
Lihat Juga :