Relawan Antre Ikut Uji Klinis Vaksin COVID-19, FK Unpad Tunggu Izin Komite Etik
Rabu, 22 Juli 2020 - 16:38 WIB
"Dari luar-luar teman-teman saya, dokter-dokter gue pengen ikut, gue pengen ikut gue pengen ikut, gitu. Pejabat banyak yang mau ikut, direktur-direktur bank pada mau ikut. Gak boong saya," ujar Kusnandi.
Dia menuturkan, pihaknya hanya akan melibatkan relawan yang berdomisili di Kota Bandung, agar pemantauan uji klinis terhadap relawan bisa dilakukan maksimal. Sebab, kata dia, setelah disuntik vaksin, kondisi kesehatan para relawan tersebut akan dipantau ketat.
"Dokter-dokter di RS Jakarta pengen ikut saya tolak, gak bisa. Kan selama 6 bulan lebih kami pantau ketat. Tiga hari, 5 hari, 14 hari dipantau ketat. Terus, mereka kan ada yang harus diisi melalui e-CRF, petugas-petugas puskesmas sudah dilatih. Kalau di luar kota kan mereka belum dilatih," tutur dia.
Kusnandi juga memastikan, seluruh relawan yang akan disuntik vaksin COVID-19 mendapatkan perlindungan asuransi selama mengikuti penelitian.
Asuransi meliputi seluruh hal yang berkaitan dengan pengobatan jika relawan mengalami gejala klinis akibat vaksinasi tersebut.
Dia menuturkan, pihaknya hanya akan melibatkan relawan yang berdomisili di Kota Bandung, agar pemantauan uji klinis terhadap relawan bisa dilakukan maksimal. Sebab, kata dia, setelah disuntik vaksin, kondisi kesehatan para relawan tersebut akan dipantau ketat.
"Dokter-dokter di RS Jakarta pengen ikut saya tolak, gak bisa. Kan selama 6 bulan lebih kami pantau ketat. Tiga hari, 5 hari, 14 hari dipantau ketat. Terus, mereka kan ada yang harus diisi melalui e-CRF, petugas-petugas puskesmas sudah dilatih. Kalau di luar kota kan mereka belum dilatih," tutur dia.
Kusnandi juga memastikan, seluruh relawan yang akan disuntik vaksin COVID-19 mendapatkan perlindungan asuransi selama mengikuti penelitian.
Asuransi meliputi seluruh hal yang berkaitan dengan pengobatan jika relawan mengalami gejala klinis akibat vaksinasi tersebut.
Lihat Juga :