Buku Bersampul Mahyeldi, Pengamat: Itu Langgar Undang-Undang

Rabu, 22 Juli 2020 - 10:13 WIB
"Bagi kami, pendidikan jangan diboncengi dengan kepentingan politik dari partai mana pun. Jika sosok tersebut untuk kepentingan tertentu, rasanya kurang elok,” ujar Fitri

Selain itu, gambar Mahyeldi sebagai sampul buku LKS bahasa Inggris, dinilai Fitri tidak cocok. Seharusnya buku LKS itu dapat memasang gambar-gambar yang relevan dan terkait isi buku tersebut. Bukannya memasang foto yang taka da hubungannya.

"Baiknya cover buku itu seharusnya mencirikan isi buku, Gambaran isi buku. Cover seharusnya menggambarkan isi buku yg mewakili isi buku karena mewakili identitas buku.'

Lebih lanjut, Fitri mengatakan sejatinya pendidikan memang membutuhkan tokoh. Sehingga dapat menumbuhkan semangat belajar dari siswa dan meneladani sikap tokoh tersebut, asal bebas dari kepentingan politik. (Baca: Menikmati Eksotika Danau Singkarak dari Ketinggian Aur Serumpun).

"Jika memasang gambar sosok pemuka agama, pemuka masyarakat yang bebas dari unsur-unsur politik itu boleh. karena pendidikan membutuhkan figur. Hal itu untuk memberikan gambaran kepada siswa, bahwa tokoh ini patut ditiru dengan keteladanan sikap, perilaku, mental yang perlu dilakukan untuk proses pendidikan," tutup Fitri.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!